Pesawat lenyap, Malaysia jadi bulan-bulanan media China
Senin, 10 Maret 2014 - 11:27 WIB
Pesawat lenyap, Malaysia jadi bulan-bulanan media China
A
A
A
Sindonews.com -Media Pemerintah China pada Senin (10/3/2014), mengecam Pemerintah Malaysia dan operator penerbangan nasional atas penanganan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang. Media China menulis, Pemerintah Malaysia tidak bisa lepas dari tanggungjawab.
Penumpang asal China dan Taiwan, merupakan penumpang terbanyak dari pesawat MAS MH370. Yakni, sepertiga dari total 239 orang di dalam pesawat itu.
“Pihak Malaysia tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya,” tulis Global Times, media yang menjadi pandangan Partai Komunis China atau partai berkuasa di China dalam editorial kritis.
“Tanggapan awal dari Malaysia tidak cukup cepat. Ada celah dalam kinerja Malaysia Airlines dan aparat keamanan mereka,” tulis media China itu.
”Jika karena kerusakan mekanis atau kesalahan pilot, maka Malaysia Airlines harus disalahkan. Jika ini adalah serangan teroris, maka pemeriksaan keamanan di Bandara Kuala Lumpur dan pihak penerbangan harus dipertanyakan,” imbuh editorial itu.
Sedangkan China Daily menulis dalam sebuah editorial, bahwa “terorisme tidak dapat dikesampingkan”. Media itu juga menyoroti kebingungan Pemerintah Malaysia dalam menjelaskan adanya penumpang misterius dengan paspor curian.
”Siapa mereka dan mengapa mereka menggunakan paspor palsu?,” tulis media itu bertanya pada Pemeirntah Malaysia. ”Fakta bahwa beberapa penumpang yang bepergian dengan paspor palsu harus berfungsi sebagai pengingat kepada seluruh dunia bahwa keamanan tidak terlalu ketat di bandara itu.”
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Zahid Hamidi, mengatakan, dua penumpang misterius itu berwajah Asia. Mereka menumpang pesawat dengan paspor curian milik dua warga Eropa.
Penumpang asal China dan Taiwan, merupakan penumpang terbanyak dari pesawat MAS MH370. Yakni, sepertiga dari total 239 orang di dalam pesawat itu.
“Pihak Malaysia tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya,” tulis Global Times, media yang menjadi pandangan Partai Komunis China atau partai berkuasa di China dalam editorial kritis.
“Tanggapan awal dari Malaysia tidak cukup cepat. Ada celah dalam kinerja Malaysia Airlines dan aparat keamanan mereka,” tulis media China itu.
”Jika karena kerusakan mekanis atau kesalahan pilot, maka Malaysia Airlines harus disalahkan. Jika ini adalah serangan teroris, maka pemeriksaan keamanan di Bandara Kuala Lumpur dan pihak penerbangan harus dipertanyakan,” imbuh editorial itu.
Sedangkan China Daily menulis dalam sebuah editorial, bahwa “terorisme tidak dapat dikesampingkan”. Media itu juga menyoroti kebingungan Pemerintah Malaysia dalam menjelaskan adanya penumpang misterius dengan paspor curian.
”Siapa mereka dan mengapa mereka menggunakan paspor palsu?,” tulis media itu bertanya pada Pemeirntah Malaysia. ”Fakta bahwa beberapa penumpang yang bepergian dengan paspor palsu harus berfungsi sebagai pengingat kepada seluruh dunia bahwa keamanan tidak terlalu ketat di bandara itu.”
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Zahid Hamidi, mengatakan, dua penumpang misterius itu berwajah Asia. Mereka menumpang pesawat dengan paspor curian milik dua warga Eropa.
(mas)