Di Jakarta, Menlu Iran cerita kesalahan Irak dukung Saddam Hussein
Jum'at, 07 Maret 2014 - 15:37 WIB
Di Jakarta, Menlu Iran cerita kesalahan Irak dukung Saddam Hussein
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif berbagi cerita tentang hubungan Iran dan tetangganya, Irak, saat berkunjung ke Indonesia, hari ini (7/3/2014). Zarif tetap menganggap rakyat Irak adalah saudara.
Dia tidak membantah negaranya pernah berkonflik dengan Irak, saat negara tetangganya itu dipimpin ditaktor Saddam Hussein. Cerita Zarif tentang Iran dan Irak itu disampaikan dalam pidato kenegaraannya, di Jakarta.
Zarif bercerita tentang pengalaman unik, saat dia bertugas di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Kala itu, dia pernah bertemu sesorang yang merupakan warga Irak. Dia kaget, karena warga Irak itu tiba-tiba menghampiri dan memeluknya. Padahal, pada saat itu kondisi Irak dan Iran sangat tidak kondusif.
"Irak telah membuat keputusan yang salah selama 30 tahun, dengan memutuskan mendukung Saddam Hussein," papar Zarif. Dia lantas membandingkan apa yang terjadi di Irak dengan yang terjadi di Iran, dalam hal pembuatan kebijakan pemerintah. "Kami memilih untuk membuat sejarah yang benar, dengan memutuskan untuk mendukung rakyat Iran," ucap Zarif.
Usai rezim Saddam Hussein tumbang, hubungan kedua negara saat ini sudah berangsur membaik. Terakhir, Iran dikabarkan menjual senjata ke Irak yang membuat Amerika Serikat marah. Sebab, status Iran saat ini sedang dijatuhi embargo senjata.
Dia tidak membantah negaranya pernah berkonflik dengan Irak, saat negara tetangganya itu dipimpin ditaktor Saddam Hussein. Cerita Zarif tentang Iran dan Irak itu disampaikan dalam pidato kenegaraannya, di Jakarta.
Zarif bercerita tentang pengalaman unik, saat dia bertugas di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Kala itu, dia pernah bertemu sesorang yang merupakan warga Irak. Dia kaget, karena warga Irak itu tiba-tiba menghampiri dan memeluknya. Padahal, pada saat itu kondisi Irak dan Iran sangat tidak kondusif.
"Irak telah membuat keputusan yang salah selama 30 tahun, dengan memutuskan mendukung Saddam Hussein," papar Zarif. Dia lantas membandingkan apa yang terjadi di Irak dengan yang terjadi di Iran, dalam hal pembuatan kebijakan pemerintah. "Kami memilih untuk membuat sejarah yang benar, dengan memutuskan untuk mendukung rakyat Iran," ucap Zarif.
Usai rezim Saddam Hussein tumbang, hubungan kedua negara saat ini sudah berangsur membaik. Terakhir, Iran dikabarkan menjual senjata ke Irak yang membuat Amerika Serikat marah. Sebab, status Iran saat ini sedang dijatuhi embargo senjata.
(esn)