Bom pinggir jalan tewaskan 6 tentara Pakistan
Rabu, 05 Maret 2014 - 18:23 WIB
Bom pinggir jalan tewaskan 6 tentara Pakistan
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom pinggir jalan menewaskan enam tentara di barat laut Pakistan, ungkap pejabat keamanan setempat. Ini adalah kejadian terbaru yang menimpa negara itu sejak gencatan senjata antara pemerintah dan gerilyawan Taliban dimulai.
“Sebuah perangkat bom yang diaktifkan dengan remote control menghantam konvoi paramiliter Korps Perbatasan yang sedang berada di kota Hangu, salah satu kota dari tujuh kota kesukuan di sepanjang perbatasan Afghanistan,” ungkap pejabat keamanan tersebut.
Pihak militan Abu Baseer mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Kami telah melakukan serangan ini untuk membalas korban drone Kami bukan bagian dari Taliban Pakistan sehingga kita tidak terikat dengan gencatan senjata mereka, " ungkap juru bicara Abu Baseer. Seperti dilansir AFP, Rabu (5/3/2014).
Taliban Pakistan mengumumkan gencatan senjata selama sebulan yang dimulai Sabtu lalu, dalam upaya untuk memulai kembali perundingan perdamaian yang macet dengan pemerintah. Militer menghentikan serangan udara sebagai respon dari gencatan senjata tersebut.
Namun, masih seringnya pihak Taliban melakuka serangan membuat beberapa pihak meragukan genacatan senajata tersebut dapat berlangsung hingga batas waktu satu bulan berakhir.
“Sebuah perangkat bom yang diaktifkan dengan remote control menghantam konvoi paramiliter Korps Perbatasan yang sedang berada di kota Hangu, salah satu kota dari tujuh kota kesukuan di sepanjang perbatasan Afghanistan,” ungkap pejabat keamanan tersebut.
Pihak militan Abu Baseer mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Kami telah melakukan serangan ini untuk membalas korban drone Kami bukan bagian dari Taliban Pakistan sehingga kita tidak terikat dengan gencatan senjata mereka, " ungkap juru bicara Abu Baseer. Seperti dilansir AFP, Rabu (5/3/2014).
Taliban Pakistan mengumumkan gencatan senjata selama sebulan yang dimulai Sabtu lalu, dalam upaya untuk memulai kembali perundingan perdamaian yang macet dengan pemerintah. Militer menghentikan serangan udara sebagai respon dari gencatan senjata tersebut.
Namun, masih seringnya pihak Taliban melakuka serangan membuat beberapa pihak meragukan genacatan senajata tersebut dapat berlangsung hingga batas waktu satu bulan berakhir.
(esn)