Kerry: pembicaraan damai IsraelPalestina molor dari jadwal
Kamis, 27 Februari 2014 - 20:38 WIB
Kerry: pembicaraan damai IsraelPalestina molor dari jadwal
A
A
A
Sindonews.com – Pembicaraan damai Palestina-Israel yang akan segera berlangsung, kemungkinan besar akan molor dari jadwal awal. Semula, pembicaraan ini ditetapkan berakhir pada April.
Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, seperti dilansir Xinhua, Kamis (27/2/2014).
"Saya tidak berpikir orang akan khawatir jika ada lagi sembilan bulan, atau berapapun lamanya untuk menyelesaikan hal ini,” ungkap utusan Departemen Luar Negeri AS.
“Tapi, hal itu tidak mendefinisikan apa-apa,” utusan tersebut menambahkan. Kerry telah menunjukan proposal pembicaraan damai antara Palestina dan Israel yang isinya mencakup seputar keamanan, perbatasan, tentang Yarusalem dan para pengungsi.
Kerry menjadwalkan pembicaraan tersebut akan selesai dalam jangka waktu sembilan bulan, yang harusnya selesai April mendatang. Namun, sejauh ini belum ada kemajuan yang terlihat.
Setahun terakhir ini, Kery telah 10 kali melakukan kunjungan ke Isreal dan Palestina untuk memfokuskan diri pada pengajuan rencana kerangka kerja yang akan memandu negosiasi damai tersebut.
"Saya menertawakan orang-orang yang mengatakan tidak ada kemanujuan dalam hal ini," ungkap Kerry yang merahasiakan informasi yang berhubungan dengan negoisasi tersebut.
“Mereka tidak tahu karena kita tidak berbicara tentang hal ini. Mereka tidak memiliki petunjuk di mana negosiasi kami dan apakah mereka bisa datang ke sana," Kerry menambahkan.
Obama akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada 3 Maret mendatang untuk membahas perihal pembicaraan demai dengan palestina.
Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, seperti dilansir Xinhua, Kamis (27/2/2014).
"Saya tidak berpikir orang akan khawatir jika ada lagi sembilan bulan, atau berapapun lamanya untuk menyelesaikan hal ini,” ungkap utusan Departemen Luar Negeri AS.
“Tapi, hal itu tidak mendefinisikan apa-apa,” utusan tersebut menambahkan. Kerry telah menunjukan proposal pembicaraan damai antara Palestina dan Israel yang isinya mencakup seputar keamanan, perbatasan, tentang Yarusalem dan para pengungsi.
Kerry menjadwalkan pembicaraan tersebut akan selesai dalam jangka waktu sembilan bulan, yang harusnya selesai April mendatang. Namun, sejauh ini belum ada kemajuan yang terlihat.
Setahun terakhir ini, Kery telah 10 kali melakukan kunjungan ke Isreal dan Palestina untuk memfokuskan diri pada pengajuan rencana kerangka kerja yang akan memandu negosiasi damai tersebut.
"Saya menertawakan orang-orang yang mengatakan tidak ada kemanujuan dalam hal ini," ungkap Kerry yang merahasiakan informasi yang berhubungan dengan negoisasi tersebut.
“Mereka tidak tahu karena kita tidak berbicara tentang hal ini. Mereka tidak memiliki petunjuk di mana negosiasi kami dan apakah mereka bisa datang ke sana," Kerry menambahkan.
Obama akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada 3 Maret mendatang untuk membahas perihal pembicaraan demai dengan palestina.
(esn)