Pengadilan AS perintahkan hapus film anti-Islam

Kamis, 27 Februari 2014 - 09:53 WIB
Pengadilan AS perintahkan...
Pengadilan AS perintahkan hapus film anti-Islam
A A A
Sindonews.com - Pengadilan federal Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan Google untuk menghapus film anti-Islam berjudul “Innocence of Moslem” dari situs YouTube. Film yang dianggap mencela Nabi Muhammad itu telah memicu kerusuhan mematikan di berbagai negara Muslim.

Pengadilan juga memutuskan mendukung seorang aktris yang mengklaim dia tertipu untuk muncul dalam film tersebut. Tahun 2012 lalu, film itu memicu kekerasan mematikan di berbagai negara di Timur Tengah dalam sebuah protes besar, dengan korban jiwa mencapai puluhan orang.

Film ini juga telah dikaitkan dengan serangan terhadap pos diplomatik AS di Benghazi, Libya. Di mana dalam serangan itu, empat warga AS, termasuk duta besar negara itu tewas.

YouTube, yang dimiliki oleh Google, sebelumnya telah menolak permintaan Cindy Lee Garcia, salah seorang pemeran film “Innocence of Moslem”untuk menghapus film itu dari situs mereka. Alasannya, Cindy tidak memiliki hak cipta atas film kontroversial itu.

Cindy menggugat Google untuk menghapus film itu, dengan alasan tokoh di balik pembuatan film “Innocence of Moslem”, Nakoula Basseley Nakoula, telah memberinya sebuah naskah yang diklaim berisi hal-hal baik untuk umat Islam dan Nabi Muhammad. Tapi, hasil film ternyata sebaliknya.

Dalam keputusan pengadilan di San Fransisco, yang dibacakan Rabu waktu AS, Cindy diputuskan memiliki hak cipta atas perannya dalam film tersebut. Sehingga pengadilan memenangkan Cindy yang menggunggat YouTube agar menghapus film “Innocence of Moslem”.

”Cindy dimanfaatkan dengan cara yang dia anggap menjijikkan. Penampilannya dalam film itu, membuatnya merasa terancam, termasuk bahaya yang berpotensi menyebabkan kematian. Meskipun bahaya ini, dan Cindy layak atas klaim hak cipta, Google menolak untuk menghapus film itu dari YouTube,” kata Hakim Ketua Pengadilan, Alex Kozinski, seperti dikutip BBC, Kamis (27/2/2014).

Nakoula sendiri dijatuhi hukuman satu tahun penjara pada akhir 2012, namun dalam kasus yang berbeda. Dia juga dihukum menggunakan komputer atau internet selama lima tahun.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
15 menit yang lalu
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
1 jam yang lalu
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
1 jam yang lalu
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
2 jam yang lalu
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
5 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved