Kebrutalan di CAR, para tentara bunuh warga di keramaian
Kamis, 06 Februari 2014 - 16:21 WIB
Kebrutalan di CAR, para tentara bunuh warga di keramaian
A
A
A
Sindonews.com – Sekelompok tentara di Republik Afrika Tengah (CAR) menikam seorang pria yang diduga anggota pemberontak hingga tewas dan menggantungnya di keramaian.
Tindakan brutal para tentara CAR itu terjadi beberapa menit, setelah Presiden Catherine Samba – Panza berpidato dengan janji memulihkan keamanan.
Dalam insiden brutal itu, sekitar 20 tentara berseragam menuduh sekelompok orang yang berkumpul sebagai anggota Seleka, kelompok yang mereka anggap sebagai pemberontak. Kemudian para tentara melakukan tindakan brutal itu.
Tindakan brutal itu, hanya terjadi sekitar 20 meter dari lokasi Presiden Panza berpidato. Kelompok Seleka yang telah dibubarkan pemerintah terus dibenci mayoritas warga CAR.
Peter Bouckaert, Direktur Keadaan Darurat Human Rights Watch di Bangui, mengatakan, korban yang seorang pria itu telah digantung dan dibakar. ”Pada titik tertentu, semua orang akan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ada pengacau yang terus menabur kekacauan di negara itu,” kata Bouckaert, kemarin, seperti dikutip Daily Mail.
CAR, salah satu negara termiskin di Afrika meskipun kekayaan mineral, memiliki sejarah ketidakstabilan keamana dan politik. Setidaknya sudah lima kali terjadi kudeta sejak negara itu menyatakan kemerdekaannya dari Perancis tahun 1960.
Tindakan brutal para tentara CAR itu terjadi beberapa menit, setelah Presiden Catherine Samba – Panza berpidato dengan janji memulihkan keamanan.
Dalam insiden brutal itu, sekitar 20 tentara berseragam menuduh sekelompok orang yang berkumpul sebagai anggota Seleka, kelompok yang mereka anggap sebagai pemberontak. Kemudian para tentara melakukan tindakan brutal itu.
Tindakan brutal itu, hanya terjadi sekitar 20 meter dari lokasi Presiden Panza berpidato. Kelompok Seleka yang telah dibubarkan pemerintah terus dibenci mayoritas warga CAR.
Peter Bouckaert, Direktur Keadaan Darurat Human Rights Watch di Bangui, mengatakan, korban yang seorang pria itu telah digantung dan dibakar. ”Pada titik tertentu, semua orang akan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ada pengacau yang terus menabur kekacauan di negara itu,” kata Bouckaert, kemarin, seperti dikutip Daily Mail.
CAR, salah satu negara termiskin di Afrika meskipun kekayaan mineral, memiliki sejarah ketidakstabilan keamana dan politik. Setidaknya sudah lima kali terjadi kudeta sejak negara itu menyatakan kemerdekaannya dari Perancis tahun 1960.
(mas)