Lawan al-Qaeda, PM Irak minta bantuan dunia
Kamis, 16 Januari 2014 - 16:20 WIB
Lawan al-Qaeda, PM Irak minta bantuan dunia
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki meminta bantuan internasional dalam upayanya melawan para militan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) al-Qaeda. Dalam pertempuran terbaru, di Baghdad dan Baquba, kemarin, sebanyak 75 orang tewas.
Permohonan bantuan internasional itu disampaikan Maliki dalam pidato di stasiun televisi.”Ini memakan waktu,” katanya. ”Tapi, diam berarti akan ada sub-negara yang menciptakan masalah bagi keamanan kawasan dan dunia,” lanjut Maliki, seperti dikutip al-Jazeera, Kamis (16/1/2014).
Maliki menyerukan negara-negara kuat di dunia untuk memberikan dukungan.”Untuk menghadapi kelompok-kelompok bersenjata, kita butuh kekuatan dunia, yang telah mendesak kita untuk menguras kekuatan teroris,” imbuh Maliki.
Kelompok ISIL al-Qaeda telah mengendalikan Kota Fallujah, sejak beberapa pekan lalu. Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon, dan para diplomat asing telah mendesak para pemimpin politik Irak melakukan rekonsiliasi untuk mengakhiri kekerasan di negara itu.
Namun, Maliki sendiri mengabaikan desakan itu. Dia menolak berunding dengan kelompok bersenjata dan memilih menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi para militan bersenjata itu.
Permohonan bantuan internasional itu disampaikan Maliki dalam pidato di stasiun televisi.”Ini memakan waktu,” katanya. ”Tapi, diam berarti akan ada sub-negara yang menciptakan masalah bagi keamanan kawasan dan dunia,” lanjut Maliki, seperti dikutip al-Jazeera, Kamis (16/1/2014).
Maliki menyerukan negara-negara kuat di dunia untuk memberikan dukungan.”Untuk menghadapi kelompok-kelompok bersenjata, kita butuh kekuatan dunia, yang telah mendesak kita untuk menguras kekuatan teroris,” imbuh Maliki.
Kelompok ISIL al-Qaeda telah mengendalikan Kota Fallujah, sejak beberapa pekan lalu. Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon, dan para diplomat asing telah mendesak para pemimpin politik Irak melakukan rekonsiliasi untuk mengakhiri kekerasan di negara itu.
Namun, Maliki sendiri mengabaikan desakan itu. Dia menolak berunding dengan kelompok bersenjata dan memilih menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi para militan bersenjata itu.
(mas)