Dua bom meledak dahsyat di Irak, 52 orang tewas
Rabu, 15 Januari 2014 - 17:19 WIB
Dua bom meledak dahsyat di Irak, 52 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com – Dua bom meledak dahsyat di dua lokasi di Irak pada Rabu (15/1/2014). Bom pertama diduga diledakkan oleh pembom bunuh diri di kompleks pemakaman, dan bom kedua berasal dari bom mobil di permukiman kaum Muslim Syiah, di Baghdad.
Menurut pejabat medis setempat, bom yang meledak di kompleks pemakaman di Desa Buhriz, Baquba utara menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.
Sedangkan bom yang meledak di Baghdad, berasal dari bom mobil di kompleks permukiman kaum Muslim Syiah. Insiden ini juga menewaskan belasan orang, dan melukai puluhan lainnya. Sumber di rumah sakit seperti dikutip Reuters, mencatat total korban tewas dari dua insiden mencapai 52 orang.
Seorang pejabat Irak mengatakan, kekerasan terbaru di Irak hari ini, terjadi di tengah kebuntuan antara pihak kepolisian, kelompok suku kaum Muslim Sunni dan kelompok al-Qaeda, di Provinsi Anbar.
Dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Irak, Perdana Menteri Nuri al-Maliki, mengatakan, pasukan Irak akan bertindak tegas kepada siapa pun yang melakukan serangan bersenjata.
”Setiap rumah dari yang melepaskan tembakan terhadap pasukan keamanan kami, akan menjadi sasaran,” kata Maliki, seperti dilansir al-Jazeera. ”Mari kita melawan al- Qaeda dan Anda harus mengeringkan sumber-sumber pendanaan yang mendukung mereka.”
Menurut pejabat medis setempat, bom yang meledak di kompleks pemakaman di Desa Buhriz, Baquba utara menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.
Sedangkan bom yang meledak di Baghdad, berasal dari bom mobil di kompleks permukiman kaum Muslim Syiah. Insiden ini juga menewaskan belasan orang, dan melukai puluhan lainnya. Sumber di rumah sakit seperti dikutip Reuters, mencatat total korban tewas dari dua insiden mencapai 52 orang.
Seorang pejabat Irak mengatakan, kekerasan terbaru di Irak hari ini, terjadi di tengah kebuntuan antara pihak kepolisian, kelompok suku kaum Muslim Sunni dan kelompok al-Qaeda, di Provinsi Anbar.
Dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Irak, Perdana Menteri Nuri al-Maliki, mengatakan, pasukan Irak akan bertindak tegas kepada siapa pun yang melakukan serangan bersenjata.
”Setiap rumah dari yang melepaskan tembakan terhadap pasukan keamanan kami, akan menjadi sasaran,” kata Maliki, seperti dilansir al-Jazeera. ”Mari kita melawan al- Qaeda dan Anda harus mengeringkan sumber-sumber pendanaan yang mendukung mereka.”
(mas)