Aksi demonstran lumpuhkan Bangkok berlanjut

Selasa, 14 Januari 2014 - 17:05 WIB
Aksi demonstran lumpuhkan...
Aksi demonstran lumpuhkan Bangkok berlanjut
A A A
Sindonews.com - Puluhan ribu demonstran anti-Pemerintah Thailand, pada Selasa (14/1/2014), melanjutkan aksi mereka untuk melumpuhkan Kota Bangkok. Aksi itu, merupakan lanjutan aksi kemarin untuk menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra lengser.

Kepala keamanan nasional Thailand, Letnan Jenderal Paradon Pattanathabut, mengatakan, semalam aksi melumpuhkan Bangkok mencapai puncaknya. Di mana 170 ribu demonstran anti-Pemerintah Thailand menduduki jalanan Kota Bangkok dan membuat lalu lintas lumpuh.

Menurut Paradon, pada aksi lanjutan hari ini, jumlah massa diperkirakan turun menjadi puluhan ribu orang. Sebagian dari mereka telah pulang ke rumah untuk melanjutkan pekerjaan mereka.

Aksi massa melumpuhkan Bangkok itu, digagas Komite Reformasi Demokratis Rakyat (PDRC) kelompok oposisi anti-pemerintah, dengan pemimpinnya, Suthep Thaugsuban. Suthep dulunya adalah Wakil Perdana Menteri Thailand dari Partai Demokrat atau partai oposisi.

Berbeda dengan kemarin, di mana 140 sekolah ditutup, pada hari ini sebagian besar sekolah dibuka kembali. Sebagian jalan juga dibuka, meski massa anti-pemerintah masih menduduki setiap persimpangan jalan. Kebanyakan masyarakat, memilih jalur alternatif agar tidak terjebak dalam demonstrasi.

”Kami akan tetap dengan cara-cara damai untuk mencapai tujuan kami, yakni reformasi,” kata Akanat Prompan, juru bicara PDRC, seperti dikutip CNN. ”Kami berusaha untuk membatasi kerugian yang mungkin dirasakan masyarakat umum dan kalangan pebisnis.”

Sementara itu, pihak kepolisian masih mengerahkan 20 ribu personel untuk mengendalikan situasi Kota Bangkok. Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengaku sudah menghubungi Yingluck dan Suthep untuk menjembatani perbedaan di antara mereka.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
1 jam yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
2 jam yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
2 jam yang lalu
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
3 jam yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
4 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
4 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved