Jadi budak di Pakistan, gadis 10 tahun tewas disiksa
Sabtu, 11 Januari 2014 - 10:44 WIB
Jadi budak di Pakistan, gadis 10 tahun tewas disiksa
A
A
A
Sindonews.com – Praktik perbudakan yang mengerikan dialami Iram Ramzan, 10, asal Provinsi Punjab, Pakistan. Gadis kecil itu tewas setelah mengalami siksaan dari pengusaha yang menjadikannya budak.
Kematian gadis kecil itu membuat publik di Pakistan heboh. Sebagian dari mereka seolah tidak percaya, praktik perbudakan masih terjadi di negara itu. Gadis itu tewas dengan luka mengerikan.
Praktik perbudakan itu, terjadi di Lahore. Tepatnya, di sebuah desa yang dikenal dengan sebutan Moza Jindraakha, yang berarti "tempat di mana kehidupan dilindungi".
Pegusaha bernama Nasira Nasira Mahmood Mahmood, seperti dikutip BBC, Sabtu (11/1/2014), mengaku kerap menyiksa gadis itu dengan pipa. Sedangkan anaknya yang berusia 16 tahun menyaksikan adegan penyiksaan yang dalami Iram tersebut.
Iram Ramzan dikirim ke Lahore oleh keluarganya sebagai tukang masak untuk keluarga kelas menengah. Gadis kecil itu terpaksa dipekerjakan untuk menyambung hidup keluarganya yang miskin.
Tragis, hidup gadis kecil itu berakhir di tangan majikannya. Tubuhnya yang tidak bernyawa, dibalut kain kafan. Ibu korban, Zubaida Bibi, tidak bisa bekerja lagi, setelah tangannya terputus akibat kecelakaan.
Sedangkan ayahnya tidak bisa diandalkan untuk menafkahi keluarga miskin tersebut. Zubaida mengaku mengirim putrinya untuk bekerja sebagai pilihan tersulit. Dia kini hanya bisa meratapi kematian putrinya.
“Bagaimana saya tahu, kalau saya mengirimkan putri saya untuk penjahat itu?,” kesal Zubaida. Dokter mengatakan, gadis kecil itu tewas dengan luka bakar di kaki dan tangan. Sedangkan pengusaha itu dijebloskan ke penjara oleh polisi.
Kematian gadis kecil itu membuat publik di Pakistan heboh. Sebagian dari mereka seolah tidak percaya, praktik perbudakan masih terjadi di negara itu. Gadis itu tewas dengan luka mengerikan.
Praktik perbudakan itu, terjadi di Lahore. Tepatnya, di sebuah desa yang dikenal dengan sebutan Moza Jindraakha, yang berarti "tempat di mana kehidupan dilindungi".
Pegusaha bernama Nasira Nasira Mahmood Mahmood, seperti dikutip BBC, Sabtu (11/1/2014), mengaku kerap menyiksa gadis itu dengan pipa. Sedangkan anaknya yang berusia 16 tahun menyaksikan adegan penyiksaan yang dalami Iram tersebut.
Iram Ramzan dikirim ke Lahore oleh keluarganya sebagai tukang masak untuk keluarga kelas menengah. Gadis kecil itu terpaksa dipekerjakan untuk menyambung hidup keluarganya yang miskin.
Tragis, hidup gadis kecil itu berakhir di tangan majikannya. Tubuhnya yang tidak bernyawa, dibalut kain kafan. Ibu korban, Zubaida Bibi, tidak bisa bekerja lagi, setelah tangannya terputus akibat kecelakaan.
Sedangkan ayahnya tidak bisa diandalkan untuk menafkahi keluarga miskin tersebut. Zubaida mengaku mengirim putrinya untuk bekerja sebagai pilihan tersulit. Dia kini hanya bisa meratapi kematian putrinya.
“Bagaimana saya tahu, kalau saya mengirimkan putri saya untuk penjahat itu?,” kesal Zubaida. Dokter mengatakan, gadis kecil itu tewas dengan luka bakar di kaki dan tangan. Sedangkan pengusaha itu dijebloskan ke penjara oleh polisi.
(mas)