Sebut puja setan, media China: PM Jepang teroris
Jum'at, 27 Desember 2013 - 13:19 WIB
Sebut puja setan, media China: PM Jepang teroris
A
A
A
Sindonews.com – Kunjungan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, ke kuil Yasukuni terus menuai kecaman dari publik China.
Sejumlah media China menyebut, kunjungan Abe, itu sebagai pemujaan terhadap “setan”, karena kuil itu sebagai simbol kejahatan Perang Dunia II yang dilakukan militer Jepang.
Kunjungan Abe ke kuil yang dianggap menyakiti rakyat China dan Korea Selatan sebagai korban Perang Dunia II berlangsung kemarin.”Abe harus membayar penghormatan kepada ‘setan’ yang membuat orang (China) marah,” bunyi editorial media pro-Pemerintah China, Global Times, Jumat (27/12/2013).
Media China itu menganggap tindakan Abe yang mengunjungi kuil kontroversial itu, telah merusak stabilitas kawasan. ”Di satu sisi , Abe membayar penghormatan kepada penjahat perang, dan padasisi lain,dia seolah-olah berbicara untuk meningkatkan hubungan dengan China,Korsel, dan negara lain,” lanjut editorial tersebut.
Tidak hanya mengecam tindakan Abe, media itu juga mendesak para pejabat Jepang lainnya untuk menutup kuil yang menjadi simbol militer Jepang yang gila perang di era Perang Dunia II. ”Di mata China, Abe berperilaku seperti penjahat politik penjahat, jauh seperti teroris dan fasis,” imbuh bunyi editorial Global Times.
Media lain yang dikelola Partai Komunis Rakyat China, Zhong Sheng atau Suara China, menulis, tindakan Abe selama ini hanya retorika.“(sikap Abe) ini palsu , penuh kebohongan. Rakyat China mampu untuk menghentikan semua provokatif militerisme.”
Sementara itu, sebuah survei media sosial di China, Sina Weibo, menyebut, 70 persen responden warga China akan mendukung pemboikotan terhadap barang-barang Jepang, setelah rakyat China marah atas kunjungan Abe ke kuil Yasukuni. Namun, survei itu telah dihapus.
Sejumlah media China menyebut, kunjungan Abe, itu sebagai pemujaan terhadap “setan”, karena kuil itu sebagai simbol kejahatan Perang Dunia II yang dilakukan militer Jepang.
Kunjungan Abe ke kuil yang dianggap menyakiti rakyat China dan Korea Selatan sebagai korban Perang Dunia II berlangsung kemarin.”Abe harus membayar penghormatan kepada ‘setan’ yang membuat orang (China) marah,” bunyi editorial media pro-Pemerintah China, Global Times, Jumat (27/12/2013).
Media China itu menganggap tindakan Abe yang mengunjungi kuil kontroversial itu, telah merusak stabilitas kawasan. ”Di satu sisi , Abe membayar penghormatan kepada penjahat perang, dan padasisi lain,dia seolah-olah berbicara untuk meningkatkan hubungan dengan China,Korsel, dan negara lain,” lanjut editorial tersebut.
Tidak hanya mengecam tindakan Abe, media itu juga mendesak para pejabat Jepang lainnya untuk menutup kuil yang menjadi simbol militer Jepang yang gila perang di era Perang Dunia II. ”Di mata China, Abe berperilaku seperti penjahat politik penjahat, jauh seperti teroris dan fasis,” imbuh bunyi editorial Global Times.
Media lain yang dikelola Partai Komunis Rakyat China, Zhong Sheng atau Suara China, menulis, tindakan Abe selama ini hanya retorika.“(sikap Abe) ini palsu , penuh kebohongan. Rakyat China mampu untuk menghentikan semua provokatif militerisme.”
Sementara itu, sebuah survei media sosial di China, Sina Weibo, menyebut, 70 persen responden warga China akan mendukung pemboikotan terhadap barang-barang Jepang, setelah rakyat China marah atas kunjungan Abe ke kuil Yasukuni. Namun, survei itu telah dihapus.
(mas)