Jepang Sebut Niat Militer China Tidak Jelas, Timbulkan Ancaman Serius
Kamis, 17 Juni 2021 - 22:12 WIB
loading...
Jepang mengatakan bahwa niat militer China tidak jelas dan ekspansi cepat angkatan bersenjatanya menjadi perhatian serius. Foto/REUTERS
A
A
A
TOKYO - Jepang mengatakan bahwa niat militer China tidak jelas dan ekspansi cepat angkatan bersenjatanya menjadi perhatian serius. Tokyo menyebut, ini menciptakan keadaan yang mengharuskan Eropa, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Asia lainnya bersatu untuk melawan Beijing.
"China telah meningkatkan kapasitas militernya dengan sangat cepat dan kami tidak yakin apa niat China," kata Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi kepada sub-komite keamanan dan pertahanan Parlemen Eropa.
"Dan, kami sangat prihatin dengan ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (17/6/2021). Baca juga: Rombongan 28 Pesawat Militer China Terabas ADIZ Taiwan
Kishi mengatakan kepada anggota parlemen Uni Eropa (UE) bahwa rudal balistik China, keputusannya untuk meningkatkan anggaran pertahanannya menjadi empat kali lipat dari Jepang dan militerisasi pulau-pulau di Laut China Selatan perlu diamati dengan serius untuk menjaga perdamaian.
"Mereka memperluas anggaran pertahanan nasional mereka secara besar-besaran," katanya. “Masyarakat internasional harus datang dengan satu suara untuk mendekati China,” katanya,
"China telah meningkatkan kapasitas militernya dengan sangat cepat dan kami tidak yakin apa niat China," kata Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi kepada sub-komite keamanan dan pertahanan Parlemen Eropa.
"Dan, kami sangat prihatin dengan ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (17/6/2021). Baca juga: Rombongan 28 Pesawat Militer China Terabas ADIZ Taiwan
Kishi mengatakan kepada anggota parlemen Uni Eropa (UE) bahwa rudal balistik China, keputusannya untuk meningkatkan anggaran pertahanannya menjadi empat kali lipat dari Jepang dan militerisasi pulau-pulau di Laut China Selatan perlu diamati dengan serius untuk menjaga perdamaian.
"Mereka memperluas anggaran pertahanan nasional mereka secara besar-besaran," katanya. “Masyarakat internasional harus datang dengan satu suara untuk mendekati China,” katanya,
Lihat Juga :