Redam amarah karena drone, bos Pentagon sambangi Pakistan
Senin, 09 Desember 2013 - 16:13 WIB
Redam amarah karena drone, bos Pentagon sambangi Pakistan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Pentagon Amerika Serikat, Chuck Hagel berkunjung ke Pakistan pada Senin (9/12/2013). Dia akan berbicara dengan pemimpin Pakistan guna meredam amarah mereka akibat serangan pesawat nirawak atau drone yang telah menyasar warga sipil.
Kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Pakistan itu merupakan yang pertama sejak empat tahun terakhir. Hagel dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif dan pejabat tinggi lainnya di Islamabad.
Hubungan antara Washington dan Islamabad telah merenggang sejak militer AS meluncurkan serangan drone di wilayah suku di Pakistan untuk memburu para militan Taliban dan al-Qaeda. Namun, dalam misi itu, serangan drone ternyata juga menewaskan sejumlah warga sipil.
”Menteri Hagel bertemu dengan Perdana Menteri Sharif, dan kami berharap untuk melanjutkan pembicaraan yang jujur dan produktif,” kata juru bicara Pentagon, Carl Woog, seperti dikutip Reuters.
Selama beberapa pekan terakhir, tidak hanya para pejabat Pakistan yang marah atas serangan drone militer AS. Tapi, para aktivis Pakistan juga menyuarakan kemarahan serupa. Mereka mendesak para pejabat AS untuk menghentikan sementara serangan drone.
Presiden AS Barack Obama telah membela misi serangan pesawat tak berawak itu, karena berhasil menumpas para tersangka al- Qaeda dan Taliban. Tetapi, kelompok-kelompok hak asasi manusia dan politisi Pakistan, mengatakan serangan rudal drone telah membunuh warga sipil yang tidak bersalah.
Kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Pakistan itu merupakan yang pertama sejak empat tahun terakhir. Hagel dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif dan pejabat tinggi lainnya di Islamabad.
Hubungan antara Washington dan Islamabad telah merenggang sejak militer AS meluncurkan serangan drone di wilayah suku di Pakistan untuk memburu para militan Taliban dan al-Qaeda. Namun, dalam misi itu, serangan drone ternyata juga menewaskan sejumlah warga sipil.
”Menteri Hagel bertemu dengan Perdana Menteri Sharif, dan kami berharap untuk melanjutkan pembicaraan yang jujur dan produktif,” kata juru bicara Pentagon, Carl Woog, seperti dikutip Reuters.
Selama beberapa pekan terakhir, tidak hanya para pejabat Pakistan yang marah atas serangan drone militer AS. Tapi, para aktivis Pakistan juga menyuarakan kemarahan serupa. Mereka mendesak para pejabat AS untuk menghentikan sementara serangan drone.
Presiden AS Barack Obama telah membela misi serangan pesawat tak berawak itu, karena berhasil menumpas para tersangka al- Qaeda dan Taliban. Tetapi, kelompok-kelompok hak asasi manusia dan politisi Pakistan, mengatakan serangan rudal drone telah membunuh warga sipil yang tidak bersalah.
(mas)