Bangkok rusuh, agen perjalanan Hong Kong batalkan tur wisata
Senin, 02 Desember 2013 - 23:31 WIB
Bangkok rusuh, agen perjalanan Hong Kong batalkan tur wisata
A
A
A
Sindonews.com – Agen-agen perjalanan di Hong Kong menyatakan pada Senin (2/12/2013), bahwa mereka telah membatalkan sebagian paket wisata ke Bangkok. Pembatalan ini dilakukan karena terjadinya kerusuhan di Ibu Kota Thailand itu.
Pemerintah Hong Kong juga telah mengeluarkan travel warning “red” bagi warganya untuk mengunjungi Thailand, sesaat setelah terjadinya kerusuhan. Travel warning “red” adalah yang tertinggi kedua. Selain Hong Kong, sejumlah negara Asia lainnya juga memperingatkan warga negara mereka untuk tidak mengunjungi Bangkok.
"Warga yang berniat untuk mengunjungi Bangkok harus menyesuaikan rencana perjalanan mereka dan menghindari perjalanan yang tidak penting. Sementara yang sudah berada di sana, harus memantau situasi, menjaga keselamatan, dan menghindari protes, serta kerumunan orang," kata seorang Juru Bicara Pemerintah Hong Kong, seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Setelah Biro Keamanan menyatakan peringatan merah, sebagian besar agen perjalanan Hong Kong telah memutuskan untuk membatalkan tur," kata Direktur Dewan Industri Perjalanan, Joseph Tung, pada wartawan.
Kebanyakan pembatalan akan mempengaruhi tur yang dijadwalkan untuk berangkat dalam tujuh sampai sepuluh hari ke depan.
Pemerintah Hong Kong juga telah mengeluarkan travel warning “red” bagi warganya untuk mengunjungi Thailand, sesaat setelah terjadinya kerusuhan. Travel warning “red” adalah yang tertinggi kedua. Selain Hong Kong, sejumlah negara Asia lainnya juga memperingatkan warga negara mereka untuk tidak mengunjungi Bangkok.
"Warga yang berniat untuk mengunjungi Bangkok harus menyesuaikan rencana perjalanan mereka dan menghindari perjalanan yang tidak penting. Sementara yang sudah berada di sana, harus memantau situasi, menjaga keselamatan, dan menghindari protes, serta kerumunan orang," kata seorang Juru Bicara Pemerintah Hong Kong, seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Setelah Biro Keamanan menyatakan peringatan merah, sebagian besar agen perjalanan Hong Kong telah memutuskan untuk membatalkan tur," kata Direktur Dewan Industri Perjalanan, Joseph Tung, pada wartawan.
Kebanyakan pembatalan akan mempengaruhi tur yang dijadwalkan untuk berangkat dalam tujuh sampai sepuluh hari ke depan.
(esn)