Irak: Kesepakatan nuklir langkah besar wujudkan stabilitas di kawasan
Minggu, 24 November 2013 - 21:04 WIB
Irak: Kesepakatan nuklir langkah besar wujudkan stabilitas di kawasan
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Irak Nuri al - Maliki menyambut baik kesepakatan nuklir antara Iran dengan P5+1, (Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, Cina, Prancis dan Jerman) soal pengayaan program nuklir Iran pada Minggu (24/11/2013) pagi.
"Pencapaian kesepakatan antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia akan menjadi sebuah langkah besar dalam keamanan dan stabilitas dikawasan," ungkap Maliki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua.
"Kami berharap bahwa proses pembangunan kepercayaan dan dialog akan terus berlanjut demi kepentingan kedua belah pihak untuk mencegah proliferasi nuklir dan untuk mengakui hak Iran untuk mengembankan nuklir dengan tujuan damai," ungkap Maliki.
Maliki berharap, perjajian tersebut akan menjadi awal untuk menghilangkan keberadaan senjata pemusnah masal di kawasan.
"Irak mengucapkan selamat kepada semua negara yang telah berkontribusi atas kesuskesan tersebut, khusunya sejumlah pihak terkait dan berharap langkah tersebut akan menjadi sebuah fase baru dalam bidang keamanan, stabilitas serta pembangunan," pungkasnya.
"Pencapaian kesepakatan antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia akan menjadi sebuah langkah besar dalam keamanan dan stabilitas dikawasan," ungkap Maliki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua.
"Kami berharap bahwa proses pembangunan kepercayaan dan dialog akan terus berlanjut demi kepentingan kedua belah pihak untuk mencegah proliferasi nuklir dan untuk mengakui hak Iran untuk mengembankan nuklir dengan tujuan damai," ungkap Maliki.
Maliki berharap, perjajian tersebut akan menjadi awal untuk menghilangkan keberadaan senjata pemusnah masal di kawasan.
"Irak mengucapkan selamat kepada semua negara yang telah berkontribusi atas kesuskesan tersebut, khusunya sejumlah pihak terkait dan berharap langkah tersebut akan menjadi sebuah fase baru dalam bidang keamanan, stabilitas serta pembangunan," pungkasnya.
(esn)