Amnesty: Ribuan TKI alami perbudakan di Hong Kong

Kamis, 21 November 2013 - 15:44 WIB
Amnesty: Ribuan TKI...
Amnesty: Ribuan TKI alami perbudakan di Hong Kong
A A A
Sindonews.com – Amnesty Internasional melansir laporan, bahwa ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berprofesi sebagai pembantu di Hong Kong, terjebak dalam praktik “perbudakan” dan terlilit utang.

Mereka ditipu broker dan mengalami eksploitasi. ”Dokumen mereka disita di Indonesia, gerakan mereka dikendalikan di Hong Kong,” kata Norma Muico, peneliti dari Amnesty Internasional untuk Migran Asia Pasifik, seperti dikutip CNN, Kamis (21/11/2013).

Laporan Muico itu berjudul “Exploited for profit, failed by governments” atau “Eksploitasi untuk mencari keuntungan, kegagalan pemerintah.”

”Badan perekrutan memberitahu majikan, 'jangan biarkan pekerja Anda keluar untuk tujuh bulan pertama ketika mereka membayar biaya perekrutan. Jangan biarkan mereka berbicara dengan para pekerja Indonesia lainnya’. Setiap aspek kehidupan mereka dikendalikan untuk tujuan mendapatkan uang,” ujar Muico.

Laporan itu menuduh Pemerintah Indonesia dan Hong Kong menutup mata untuk masalah ini. Karena para pekerja rumah tangga menyediakan layanan yang berharga untuk kota (di Hong Kong), dan mengirim banyak uang yang mereka peroleh ke Indonesia.

Menanggapi laporan tersebut , Konsulat Indonesia di Hong Kong merilis sebuah pernyataan. ”Perlindungan warga Indonesia di luar negeri adalah prioritas Pemerintah Indonesia ,” bunyi pernyataan Konsulat Inodnesia di Hong Kong. ”Kami memiliki komitmen penuh untuk melakukan itu dengan segala cara yang mungkin dan sumber daya (kami).”

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja Hong Kong juga mengeluarkan pernyataan. ”Kami tidak mengizinkan penyalahgunaan FDHs (pembantu rumah tangga asing) termasuk praktik bayar upah yang kurang, tidak adanya hari libur mingguan dan hari libur resmi, dann setiap penyalahgunaan yang didukung oleh bukti yang cukup akan dituntut,” bunyi pernyataan departemen itu.

Hingga September 2013, hampir 150 ribu pekerja rumah tangga Indonesia , tinggal dan bekerja di Hong Kong. Jumlah itu hampir separuh dari totalnya 319 ribu jiwa. Selain di Hong Kong, mereka bekerja di Filipina. Rata-rata mereka adalah perempuan.
(mas)
Berita Terkait
Dua Legislator Pro Demokrasi...
Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi
Demonstran Hong Kong...
Demonstran Hong Kong Gelar Aksi di Dalam Mall
Warga Hong Kong Peringati...
Warga Hong Kong Peringati Setahun Bentrok Demonstran-Polisi
Setahun, 117 Orang Ditangkap...
Setahun, 117 Orang Ditangkap di Bawah Undang-undang Keamanan Hong Kong
Aktivis Demokrasi Hong...
Aktivis Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Ditangkap
Pengunjuk Rasa Hong...
Pengunjuk Rasa Hong Kong Tolak RUU Keamanan Baru
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
18 menit yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
1 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved