AS stop serangan drone selama perundingan Pakistan-Taliban
Rabu, 20 November 2013 - 21:38 WIB
AS stop serangan drone selama perundingan Pakistan-Taliban
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) meyakinkan Pemerintah Pakistan, bahwa mereka tidak akan melancarkan serangan drone (pesawat tak berawak) selama Pemerintah Pakistan menggelar pembicaraan damai dengan Taliban. Demikian diungkapkan Sartaj Aziz, penasehat keamanan senior Pakistan, Rabu (20/11/2013).
"AS telah meyakinkan Pakistan, bahwa mereka tidak akan melancarkan serangan drone ketika pembicaraan dengan Taliban dimulai," ungkap Aziz saat mengelar pertamuan dengan komite yang akan mengupayakan perdamaian pemerintah dengan TPP.
Seperti diketahui, awal bulan ini, kelompok Taliban Pakistan, Tehrik -e- Taliban Pakistan (TTP) menolak untuk menggelar perundingan damai dengan pemerintah Pakistan, setelah serangan drone AS yang menewaskan, Hakimullah Mehsud. "Serangan drone yang menewaskan pimpinan TPP telah merugikan inisiatif perdamaian Pakistan," imbuh Aziz.
Serangan drone telah menjadi sumber ketegangan hubungan bilateral AS dan Pakistan, terlebih setelah Washington mengatakan bahwa mereka tidak akan berhenti melancarkan serangan meskipun menuai kecaman dan kemarahan warga Pakistan. AS sebelumnya menegaskan, bahwa Pemerintah Pakistan telah gagal untuk melawan aksi teror al-Qaeda dan sejumlah militan lainnya di wilayah kesukuan Waziristan yang berbatasan dengan Afghanistan.
"AS telah meyakinkan Pakistan, bahwa mereka tidak akan melancarkan serangan drone ketika pembicaraan dengan Taliban dimulai," ungkap Aziz saat mengelar pertamuan dengan komite yang akan mengupayakan perdamaian pemerintah dengan TPP.
Seperti diketahui, awal bulan ini, kelompok Taliban Pakistan, Tehrik -e- Taliban Pakistan (TTP) menolak untuk menggelar perundingan damai dengan pemerintah Pakistan, setelah serangan drone AS yang menewaskan, Hakimullah Mehsud. "Serangan drone yang menewaskan pimpinan TPP telah merugikan inisiatif perdamaian Pakistan," imbuh Aziz.
Serangan drone telah menjadi sumber ketegangan hubungan bilateral AS dan Pakistan, terlebih setelah Washington mengatakan bahwa mereka tidak akan berhenti melancarkan serangan meskipun menuai kecaman dan kemarahan warga Pakistan. AS sebelumnya menegaskan, bahwa Pemerintah Pakistan telah gagal untuk melawan aksi teror al-Qaeda dan sejumlah militan lainnya di wilayah kesukuan Waziristan yang berbatasan dengan Afghanistan.
(esn)