OPCW adopsi kerangka final penghancuran senjata kimia Suriah
Sabtu, 16 November 2013 - 16:15 WIB
OPCW adopsi kerangka final penghancuran senjata kimia Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Badan pengawasan Senjata Kimia Internasional (OPCW), pada Jumat (15/11/2013) kemarin, telah mengadopsi kerangka final penghancuran senjata kimia Suriah pada pertangahan 2014 mendatang. Menurut Juru Bicara OPCW, Christian Chartier, keputusan tersebut datang beberapa jam sebelum tenggat waktu berakhir.
"Rencana telah diadopsi," ungkap Chartier kepada AFP, setelah mengikuti pertemuan dengan 41 anggota Dewan Eksekutif OPCW di Den Haag.
Chartier mengungkapkan, Jumat merupakan batas waktu bagi OPCW dan menjadi tonggak bersejarah penghancuran lebih dari 1.000 ton bahan kimia berbahaya di Suriah. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Rencana tersebut akhirnya disepakati setelah OPCW gagal mencapai kesepakatan dalam dua pertemuan yang telah diselanggarakan sebelumnya. Dalam pertemuan sebelumnya, satu persatu delegasi keluar dari dalam ruangan karena tidak setuju dengan draft final yang direncanakan.
Seperti diketahui, sejak Oktober lalu, sebuah tim OPCW telah berada di Suriah untuk memeriksa gudang dan fasilitas pembuat senjata kimia milik rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. OPCW mengatakan, semua fasilitas pembuatan senjata kimia Suriah telah dihancurkan, sesuai dengan tenggat waktu dalam resolusi Dewan Keamanan PBB, yakni pada 1 November mendatang.
"Rencana telah diadopsi," ungkap Chartier kepada AFP, setelah mengikuti pertemuan dengan 41 anggota Dewan Eksekutif OPCW di Den Haag.
Chartier mengungkapkan, Jumat merupakan batas waktu bagi OPCW dan menjadi tonggak bersejarah penghancuran lebih dari 1.000 ton bahan kimia berbahaya di Suriah. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Rencana tersebut akhirnya disepakati setelah OPCW gagal mencapai kesepakatan dalam dua pertemuan yang telah diselanggarakan sebelumnya. Dalam pertemuan sebelumnya, satu persatu delegasi keluar dari dalam ruangan karena tidak setuju dengan draft final yang direncanakan.
Seperti diketahui, sejak Oktober lalu, sebuah tim OPCW telah berada di Suriah untuk memeriksa gudang dan fasilitas pembuat senjata kimia milik rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. OPCW mengatakan, semua fasilitas pembuatan senjata kimia Suriah telah dihancurkan, sesuai dengan tenggat waktu dalam resolusi Dewan Keamanan PBB, yakni pada 1 November mendatang.
(esn)