Perancis ingin kejar al-Qaeda hingga luar perbatasan Mali
Jum'at, 15 November 2013 - 02:27 WIB
Perancis ingin kejar al-Qaeda hingga luar perbatasan Mali
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan Perancis berharap mendapat izin untuk memburu al-Qaeda hingga ke luar perbatasan Mali. Demikian dinyatakan oleh Panglima Militer Perancis, Edouard Guillaud, Kamis (14/11/2013).
"Saya pikir kita harus memburu mereka di mana-mana. Itulah mengapa kami bekerja sama dengan negara tetangga Mali, Nigeria, Burkina Faso, dan Chad. Kami juga bekerja sama dengan Aljazair, sehingga harus ada perlindungan bagi mereka,” ujar Guillaud.
Berbicara kepada radio Europe 1, Guillaud mengatakan, Paris akan mengurangi jumlah pasukannya di Mali menjadi antara 2.000 dan 2.500 pada akhir tahun ini. Ia juga menyatakan, Perancis bertujuan untuk mencapai target dari kekuatan permanen 1.000 personel di Mali.
“Perancis akan mempertahankan sekitar 2.800 tentara di bekas jajahannya,” sebut pernyataan Kementerian Pertahanan yang dikeluarkan pada Kamis.
Sementara Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, mengatakan kepada Reuters di Maroko, bahwa kehadiran militer Prancis di Mali dibutuhkan untuk membantu negara itu berjuang melawan kaum militan yang telah mengancam untuk menyerang kepentingan Perancis.
"Saya pikir kita harus memburu mereka di mana-mana. Itulah mengapa kami bekerja sama dengan negara tetangga Mali, Nigeria, Burkina Faso, dan Chad. Kami juga bekerja sama dengan Aljazair, sehingga harus ada perlindungan bagi mereka,” ujar Guillaud.
Berbicara kepada radio Europe 1, Guillaud mengatakan, Paris akan mengurangi jumlah pasukannya di Mali menjadi antara 2.000 dan 2.500 pada akhir tahun ini. Ia juga menyatakan, Perancis bertujuan untuk mencapai target dari kekuatan permanen 1.000 personel di Mali.
“Perancis akan mempertahankan sekitar 2.800 tentara di bekas jajahannya,” sebut pernyataan Kementerian Pertahanan yang dikeluarkan pada Kamis.
Sementara Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, mengatakan kepada Reuters di Maroko, bahwa kehadiran militer Prancis di Mali dibutuhkan untuk membantu negara itu berjuang melawan kaum militan yang telah mengancam untuk menyerang kepentingan Perancis.
(esn)