Bunuh pentolan Taliban, AS sabotase niat perundingan damai
Sabtu, 02 November 2013 - 16:12 WIB
Bunuh pentolan Taliban, AS sabotase niat perundingan damai
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud, tewas setelah empat rudal pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat (AS) menggempur wilayah Waziristan Utara, kemarin. Ulah AS itu telah mengacaukan rencana perundingan damai antara militan Taliban dan Pemerintah Pakistan.
Selain menewaskan Mehsud, empat orang lainnya juga tewas dalam serangan rudal drone AS itu. Dua di antaranya, pengawal dan sopir Mehsud. Media Pakistan mengatakan pemakaman Mehsud telah dilakukan di lokasi yang dirahasiakan di wilayah suku Waziristan Utara.
Mehsud telah tewas sehari, setelah Pakistan berencana mengirim tiga delegasi untuk untuk memulai perundingan perdamaian dengan Taliban. ”Serangan pesawat tak berawak AS merupakan upaya sabotase pembicaraan damai dengan Taliban Pakistan,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar, kepada saluran televisi Geo, seperti dikutip Reuters, Sabtu (2/11/2013).
Sementara itu, Caitlin Hayden, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Presiden AS, seperti dikutip BBC, tidak akan mengomentari keterlibatan pemerintah AS atau mengkonfirmasi kematian pemimpin Taliban Pakistan. Menurutnya, jika kematian Mehsud benar, itu akan menjadi kerugian serius bagi kelompok Taliban.
Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif sebelumnya, telah berjanji untuk berbicara dengan Taliban guna mengakhiri aksi kekerasan yang telah menewaskan ribuan orang orang di negara itu.
Selain menewaskan Mehsud, empat orang lainnya juga tewas dalam serangan rudal drone AS itu. Dua di antaranya, pengawal dan sopir Mehsud. Media Pakistan mengatakan pemakaman Mehsud telah dilakukan di lokasi yang dirahasiakan di wilayah suku Waziristan Utara.
Mehsud telah tewas sehari, setelah Pakistan berencana mengirim tiga delegasi untuk untuk memulai perundingan perdamaian dengan Taliban. ”Serangan pesawat tak berawak AS merupakan upaya sabotase pembicaraan damai dengan Taliban Pakistan,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar, kepada saluran televisi Geo, seperti dikutip Reuters, Sabtu (2/11/2013).
Sementara itu, Caitlin Hayden, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Presiden AS, seperti dikutip BBC, tidak akan mengomentari keterlibatan pemerintah AS atau mengkonfirmasi kematian pemimpin Taliban Pakistan. Menurutnya, jika kematian Mehsud benar, itu akan menjadi kerugian serius bagi kelompok Taliban.
Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif sebelumnya, telah berjanji untuk berbicara dengan Taliban guna mengakhiri aksi kekerasan yang telah menewaskan ribuan orang orang di negara itu.
(mas)