Tolak kursi DK PBB, Arab Saudi tuai kecaman Rusia
Sabtu, 19 Oktober 2013 - 14:36 WIB
Tolak kursi DK PBB, Arab Saudi tuai kecaman Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Rusia mengkrik keputusan Arab Saudiyang menolak kursi keangggotaan Dewan Keamanan (DK) PBB dan mengecam alasan penolakan yang dilontarkan Arab Saudi, Jumat (19/10/2013).
"Kami terkejut dengan keputusan Arab Saudi, di mana ini belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. "Alasan yang dilontarkan Arab Saudi membingungkan dan mengkritik sikap DK PBB dalam menangani konflik Suriah adalah sangat aneh," imbuh Lavov.
Sementara Perancis beranggapan, sikap Arab Saudi mencerminkan rasa kecewa. Sebelumnya, Perancis dan Arab Saudi telah melakukan dialog seputar konflik yang terjadi di Suriah. "Kami berbagi kekecewaan atas kelumpuhan DK PBB," ungkap Romain Nadal, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Perancis.
"Prancis telah mengusulkan untuk mereformasi hak veto," imbuh Nadal. "Selama dua setengah tahun DK PBB belum mampu menentukan sikap atas masalah yang terjadi di Suriah," terang Nadal.
Seperti diketahui, Rusia dan China yang berstatus anggota tetap DK PBB, selama ini telah menggunakan hak veto mereka untuk memblokir setiap resolusi untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dalam sidang Majelis Umum PBB pada September lalu, Presiden Prancis Francois Hollande telah mengusulkan reformasi agar lima anggota DK PBB menyerahkan hak veto mereka dalam kasus kejahatan massal.
"Kami terkejut dengan keputusan Arab Saudi, di mana ini belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. "Alasan yang dilontarkan Arab Saudi membingungkan dan mengkritik sikap DK PBB dalam menangani konflik Suriah adalah sangat aneh," imbuh Lavov.
Sementara Perancis beranggapan, sikap Arab Saudi mencerminkan rasa kecewa. Sebelumnya, Perancis dan Arab Saudi telah melakukan dialog seputar konflik yang terjadi di Suriah. "Kami berbagi kekecewaan atas kelumpuhan DK PBB," ungkap Romain Nadal, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Perancis.
"Prancis telah mengusulkan untuk mereformasi hak veto," imbuh Nadal. "Selama dua setengah tahun DK PBB belum mampu menentukan sikap atas masalah yang terjadi di Suriah," terang Nadal.
Seperti diketahui, Rusia dan China yang berstatus anggota tetap DK PBB, selama ini telah menggunakan hak veto mereka untuk memblokir setiap resolusi untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dalam sidang Majelis Umum PBB pada September lalu, Presiden Prancis Francois Hollande telah mengusulkan reformasi agar lima anggota DK PBB menyerahkan hak veto mereka dalam kasus kejahatan massal.
(esn)