AS, Australia, Jepang diperingatkan tak keroyok China
Senin, 07 Oktober 2013 - 11:00 WIB
AS, Australia, Jepang diperingatkan tak keroyok China
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah China pada Senin (7/10/2013), mengatakan bahwa, Amerika Serikat, Australia dan Jepang, tidak menggunakan aliansi mereka sebagai alasan untuk intervensi sengketa Laut China Timur dan Laut China Selatan. China juga mendesak tiga negara itu tidak mengobarkan ketegangan di kawasan regional.
Pada Jumat pekan lalu, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Menlu AS John Kerry, mengangkat isu sengketa maritim selama dialog strategis trilateral di Bali, Indonesia.
Hubungan antara Cina dan Jepang, yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia, telah terganggu dalam beberapa tahun terakhir oleh sengketa Laut China Timur. Jepang mengklaim pulau di kawasan Laut China Timur sebagai miliknya dengan nama pulau Senkaku. Sedangkan China mengklaim sebagai miliknya dengan nama pulau Diaoyu.
Sedangkan di Laut China Selatan, China terlibat sengketa dengan Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pulau di kawasan Laut China Selatan yang kaya minyak dan gas alam diperebutkan beberapa negara itu.
”AS, Jepang dan Australia adalah sekutu, tapi ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk campur tangan dalam perselisihan wilayah. Jika tidak, maka ini hanya akan membuat masalah lebih rumit dan merugikan kepentingan semua pihak,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, seperti dikutip Reuters.
”Kami mendesak negara-negara yang relevan untuk menghormati fakta, membedakan benar dan salah, berhati-hati, dan menghentikan semua provoasi pernyataan dan tindakan yang tidak bermanfaat dan merusak stabilitas regional,” katanya lagi, yang dirilis di situs resmi kementerian itu.
Pada Jumat pekan lalu, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Menlu AS John Kerry, mengangkat isu sengketa maritim selama dialog strategis trilateral di Bali, Indonesia.
Hubungan antara Cina dan Jepang, yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia, telah terganggu dalam beberapa tahun terakhir oleh sengketa Laut China Timur. Jepang mengklaim pulau di kawasan Laut China Timur sebagai miliknya dengan nama pulau Senkaku. Sedangkan China mengklaim sebagai miliknya dengan nama pulau Diaoyu.
Sedangkan di Laut China Selatan, China terlibat sengketa dengan Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pulau di kawasan Laut China Selatan yang kaya minyak dan gas alam diperebutkan beberapa negara itu.
”AS, Jepang dan Australia adalah sekutu, tapi ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk campur tangan dalam perselisihan wilayah. Jika tidak, maka ini hanya akan membuat masalah lebih rumit dan merugikan kepentingan semua pihak,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, seperti dikutip Reuters.
”Kami mendesak negara-negara yang relevan untuk menghormati fakta, membedakan benar dan salah, berhati-hati, dan menghentikan semua provoasi pernyataan dan tindakan yang tidak bermanfaat dan merusak stabilitas regional,” katanya lagi, yang dirilis di situs resmi kementerian itu.
(mas)