Geng bersenjata bantai 15 tentara Libya di pos militer
Minggu, 06 Oktober 2013 - 03:47 WIB
Geng bersenjata bantai 15 tentara Libya di pos militer
A
A
A
Sindonews.com – Geng pria bersenjata telah membantai 15 tentara Libya, setelah mereka menyergap sebuah pos pemeriksaan militer di dekat Kota Bani Walid. Menurut pejabat setempat, kota itu merupakan basis bekas pendukung mantan ditaktor Libya, Moammar Gaddafi.
”Penyergapan terjadi di jalan, antara Bani Walid dan Kota Tarhouna, di mana tentara berada di pos pemeriksaan,” kata Ali Sheikhi, juru bicara militer Libya, Sabtu (5/10/2013). ”Mereka diberondong tembakan. Sekitar 12 sampai 15 tentara tewas,” lanjut dia.
Mengutip laporan Reuters, seorang tentara Libya, Kapten Hassan al-Saidah, mengatakan 15 tentara tewas dan lima terluka dalam serangan mematikan itu. Akibat serangan tersebut, para pejabat menutup jalan utama menuju Bani Walid.
Sementara itu, The Libya News Agency melansir, lima tentara terluka. Para pejabat tidak menyebut, kelompok yang bertanggung jawab dalam serangan tu. Selama ini, antar-suku di Libya terlibat persaingan sengit, yang kerap merepotkan tentara Libya.
Negara yang pernah dipimpin Gaddafi ini telah dilanda gelombang kekerasan berbulan-bulan. Beberapa target serangan kelompok bersenjata selama ini adalah para perwira militer, aktivis, hakim, dan petugas keamanan.
Bani Walid adalah salah satu benteng terakhir untuk pendukung diktator Gaddafi pada tahun 2011, di mana perang saudara pecah di Libya. Dua tahun setelah Gaddafi digulingkan dan dibunuh dalam perang sipil, Pemerintah Libya kewalahan mengendalikan persaingan antar-kelompok militan yang berebut pengaruh di negara itu.
”Penyergapan terjadi di jalan, antara Bani Walid dan Kota Tarhouna, di mana tentara berada di pos pemeriksaan,” kata Ali Sheikhi, juru bicara militer Libya, Sabtu (5/10/2013). ”Mereka diberondong tembakan. Sekitar 12 sampai 15 tentara tewas,” lanjut dia.
Mengutip laporan Reuters, seorang tentara Libya, Kapten Hassan al-Saidah, mengatakan 15 tentara tewas dan lima terluka dalam serangan mematikan itu. Akibat serangan tersebut, para pejabat menutup jalan utama menuju Bani Walid.
Sementara itu, The Libya News Agency melansir, lima tentara terluka. Para pejabat tidak menyebut, kelompok yang bertanggung jawab dalam serangan tu. Selama ini, antar-suku di Libya terlibat persaingan sengit, yang kerap merepotkan tentara Libya.
Negara yang pernah dipimpin Gaddafi ini telah dilanda gelombang kekerasan berbulan-bulan. Beberapa target serangan kelompok bersenjata selama ini adalah para perwira militer, aktivis, hakim, dan petugas keamanan.
Bani Walid adalah salah satu benteng terakhir untuk pendukung diktator Gaddafi pada tahun 2011, di mana perang saudara pecah di Libya. Dua tahun setelah Gaddafi digulingkan dan dibunuh dalam perang sipil, Pemerintah Libya kewalahan mengendalikan persaingan antar-kelompok militan yang berebut pengaruh di negara itu.
(mas)