'Gadis' Gaddafi ini pemicu serangan di Kedubes Rusia di Libya
Minggu, 06 Oktober 2013 - 03:40 WIB
'Gadis' Gaddafi ini pemicu serangan di Kedubes Rusia di Libya
A
A
A
Sindonews.com – Teka-teki wanita Rusia yang membunuh perwira Angkatan Udara Libya, hingga berujung pada serangan di Kedutaan Besar Rusia di Libya, terjawab. Dia adalah Yekaterina Ustyuzhaninova, yang disebut-sebut ”gadis” yang disukai mantan ditaktor Libya, Moamar Gaddafi.
Kementerian Luar Negeri Rusia, meyakini, wanita itulah yang menembakkan senapan mesin terhadap perwira AU Libya, Mohammad Alsusi, di Tripoli awal pekan lalu.
Menurut laporan Rusia Today, usia “gadis” Gaddafi itu baru 24 tahun. Dia sudah ditangkap dan ditahan aparat keamanan Libya, terkait kasus pembunuhan tersebut.
Menurut media Rusia yang mengutip keterangan polisi Tripoli itu, setelah Ustyuzhaninova membunuh Alsusi, ia kemudian ditembak dan ditikam ibu korban. Namun “gadis” Gaddafi itu sempat menuliskan kalimat ”kematian bagi tikus” dalam bahasa Inggris di dinding rumah korban.
Istilah “tikus” populer digunakan oleh Gaddafi untuk menggambarkan pejuang oposisi pada 2011. Media lokal melaporkan, bahwa wanita itu ditahan oleh polisi saat ia mencoba untuk melarikan diri dari tempat kejadian.
Namun, polisi belum mengungkap motif sebenarnya kasus itu. ”Laporan media saling bertentangan. Ada yang mengklaim Ustyuzhaninova dan Alsusi menikah. Yang lainnya mengatakan dia membunuhnya, karena korban telah mendukung pemberontakan yang menggulingkan mantan diktator Libya, Moamar Gaddafi pada 2011,” tulis International Business Times.
Russia Today juga melaporkan bahwa nama Ustyuzhaninova alias Katya Cyaegha tertulis di sejumlah blog pro-Gaddafi berbahasa Rusia. Nama perempuan itu masuk di data orang-orang yang pro-Gaddafi, setelah dia berkampanye mengumpulkan uang untuk membantu Gaddafi.
Kementerian Luar Negeri Rusia, meyakini, wanita itulah yang menembakkan senapan mesin terhadap perwira AU Libya, Mohammad Alsusi, di Tripoli awal pekan lalu.
Menurut laporan Rusia Today, usia “gadis” Gaddafi itu baru 24 tahun. Dia sudah ditangkap dan ditahan aparat keamanan Libya, terkait kasus pembunuhan tersebut.
Menurut media Rusia yang mengutip keterangan polisi Tripoli itu, setelah Ustyuzhaninova membunuh Alsusi, ia kemudian ditembak dan ditikam ibu korban. Namun “gadis” Gaddafi itu sempat menuliskan kalimat ”kematian bagi tikus” dalam bahasa Inggris di dinding rumah korban.
Istilah “tikus” populer digunakan oleh Gaddafi untuk menggambarkan pejuang oposisi pada 2011. Media lokal melaporkan, bahwa wanita itu ditahan oleh polisi saat ia mencoba untuk melarikan diri dari tempat kejadian.
Namun, polisi belum mengungkap motif sebenarnya kasus itu. ”Laporan media saling bertentangan. Ada yang mengklaim Ustyuzhaninova dan Alsusi menikah. Yang lainnya mengatakan dia membunuhnya, karena korban telah mendukung pemberontakan yang menggulingkan mantan diktator Libya, Moamar Gaddafi pada 2011,” tulis International Business Times.
Russia Today juga melaporkan bahwa nama Ustyuzhaninova alias Katya Cyaegha tertulis di sejumlah blog pro-Gaddafi berbahasa Rusia. Nama perempuan itu masuk di data orang-orang yang pro-Gaddafi, setelah dia berkampanye mengumpulkan uang untuk membantu Gaddafi.
(mas)