AS & Filipina gelar latihan perang di dekat Laut Cina Selatan
Kamis, 19 September 2013 - 03:37 WIB
AS & Filipina gelar latihan perang di dekat Laut Cina Selatan
A
A
A
Sindonews.com – Filipina dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/9/2013), menggelar latihan perang gabungan di sebuah pangkalan Angkatan Laut Filipina yang menghadap ke perairan Laut China Selatan yang diklaim oleh China.
Sekitar 2.300 marinir dari kedua negara ambil bagian dalam manuver tahunan yang tahun ini sengaja dilangsungkan berdampingan dengan Laut Cina Selatan. Latihan ini juga dihelat menjelang rencana kunjungan pertama Presiden AS, Barack Obama, ke Filipina. Rencananya, Obama akan melakukan lawatan ke Filipina pada Oktober.
Filipina, yang selama ini memang mengharapkan dukungan militer AS untuk mengantisipasi ancaman China soal sengketa di Laut China selatan, menyambut baik digelarnya latihan perang gabungan ini.
"Latihan multilateral dan perjanjian penting dalam kerjasama kami dan kesiapan operasional sebagai kekuatan multi fungsi, dimaksudkan untuk membela kedaulatan dan integritas negara kita," kata Wakil Komandan Angkatan Laut Filipina, Laksamana Jaime Bernardino, dalam pidato pada pembukaan latihan, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Latihan perang ini dijadwalkan berlangsung selama tiaga pekan dan melibatkan dua kapal perang AS. Materi latihan perang kali ini di antaranya pendaratan amfibi. Komandan latihan perang Filipina, Brigadir Jenderal Remigio Valdez, mengatakan, materi juga akan mencakup simulasi serangan amfibi untuk mengambil alih pulau yang dimiliki oleh kekuatan musuh.
"Kami sedang membangun kemampuan kami pada operasi amfibi, itu jadi bagian dari skenario," katanya. Latihan ini dilansungkan di sebuah pangkalan Angkatan Laut di San Antonio, sebuah kota di pantai barat pulau Luzon, yang menghadap Laut Cina Selatan.
Sekitar 2.300 marinir dari kedua negara ambil bagian dalam manuver tahunan yang tahun ini sengaja dilangsungkan berdampingan dengan Laut Cina Selatan. Latihan ini juga dihelat menjelang rencana kunjungan pertama Presiden AS, Barack Obama, ke Filipina. Rencananya, Obama akan melakukan lawatan ke Filipina pada Oktober.
Filipina, yang selama ini memang mengharapkan dukungan militer AS untuk mengantisipasi ancaman China soal sengketa di Laut China selatan, menyambut baik digelarnya latihan perang gabungan ini.
"Latihan multilateral dan perjanjian penting dalam kerjasama kami dan kesiapan operasional sebagai kekuatan multi fungsi, dimaksudkan untuk membela kedaulatan dan integritas negara kita," kata Wakil Komandan Angkatan Laut Filipina, Laksamana Jaime Bernardino, dalam pidato pada pembukaan latihan, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Latihan perang ini dijadwalkan berlangsung selama tiaga pekan dan melibatkan dua kapal perang AS. Materi latihan perang kali ini di antaranya pendaratan amfibi. Komandan latihan perang Filipina, Brigadir Jenderal Remigio Valdez, mengatakan, materi juga akan mencakup simulasi serangan amfibi untuk mengambil alih pulau yang dimiliki oleh kekuatan musuh.
"Kami sedang membangun kemampuan kami pada operasi amfibi, itu jadi bagian dari skenario," katanya. Latihan ini dilansungkan di sebuah pangkalan Angkatan Laut di San Antonio, sebuah kota di pantai barat pulau Luzon, yang menghadap Laut Cina Selatan.
(esn)