Hendak minta tolong, warga kulit hitam ditembak polisi AS

Senin, 16 September 2013 - 09:45 WIB
Hendak minta tolong,...
Hendak minta tolong, warga kulit hitam ditembak polisi AS
A A A
Sindonews.com - Polisi di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat (AS), menembak mati seorang pria yang sedang berlari menuju petugas polisi, pada Sabtu pekan lalu. Jonathan Ferrell, 24, warga kulit hitam ditembak mati, saat ia berupaya meminta pertolongan setelah selamat dari tabrakan mobil.

Pengacara keluarga korban, menilai penembakan terhadap warga kulit hitam AS itu, berunsur rasis. ”Kalau Ferrell bukan warga kulit hitam atau coklat, tidak akan ada pertanyaan kenapa dia ditembus dengan peluru,” kata pengacara keluarga korban, Chris Chestnut, seperti dikutip Reuters, Senin (16/9/2013).

Pengacara itu akan meminta bukti-bukti kepada polisi soal penembakan kliennya tersebut. Menurut Chestnut, sebelum ditembak mati, Ferrell sedang mencari bantuan kepada warga di lingkungan masyarakat kulit putih AS, setelah kecelakaan itu.

Saat itu, seorang wanita menelepon operator darurat 911, setelah Ferrell mulai mengetuk pintu rumahnya bertubi-tubi, sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Wanita itu lantas menutup pintu setelah melihat yang mengetuk pintu bukan suaminya. Menurut polisi, wanita itu baru menyadari, jika Ferrell dalam kondisi merangkak minta pertolongan.

Tiga polisi yang tiba di rumah wanita itu, menemukan Ferrell tak berdaya. Mengetahui ada petugas polisi datang, Ferrel berusaha berlari menghampiri para polisi. Salah satu polisi kemudian menembak Ferrel, tapi pria itu terus berlari untuk menghampiri polisi. Randall Kerrick, petugas polisi yang lain, menembak Ferrell beberapa kali sampai tewas.

Keesokan harinya, polisi menemukan mobil Ferrel yang kecelakaan hancur. Pihak Kepolisian setempat kini memberikan sanksi administratif kepada tiga petugas polisi tersebut. ”Investigasi kami menunjukkan bahwa petugas Kerrick tidak memiliki hak yang sah untuk melepaskan senjatanya,” kata pihak Kepolisian dalam sebuah pernyataan.

Ferrell adalah mantan pemain sepak bola untuk Universitas A&M Florida, di Tallahassee yang baru saja pindah ke Charlotte dengan tunangannya untuk melanjutkan studinya di Universitas Johnson C. Smith.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
50 menit yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
1 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
2 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
3 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
4 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved