Prancis: Hasil penyelidikan senjata kimia Suriah mungkin keluar Senin
Kamis, 12 September 2013 - 20:59 WIB
Prancis: Hasil penyelidikan senjata kimia Suriah mungkin keluar Senin
A
A
A
Sindonews.com - Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan, inspektur PBB yang menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah mungkin akan merilis hasil temuan mereka pada awal pekab depan, Senin (16/9/2013).
"Hasilnya mungkin akan menujukan bahwa telah terjadi pembantaian dengan menggunakan senjata kimia," ungkap Fabius kepada Radio Prancis.
Ungkapan Menlu Prancis tersebut berbeda dengan laporan yang diterbitkan oleh Oganisasi pelarangan senjata kimia (The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons, OPCW) sebelumnya.
OPCW pada Sabtu (31/8/2013) lalu mengatakan, hasil sampel yang telah diambil oleh inspentur tim penyidik PBB di wilayah yang diduga menjadi lokasi serangan senjata kimia di Damaskus, Suriah, akan keluar setelah tiga pekan ke depan, akhir September.
Seperti diketahui, pertengahan Agustus lalu tim yang beranggotakan 20 delegasi PBB yang dipimpin oleh Ake Sellstrom, seorang ahli dari Swedia menjangkau lokasi serangan senjata kimia yang telah menewaskan ratusan warga Suriah di dekat Damaskus. Menurut kelompok relawan Medecins Sans Fronteries, serangan itu telah menewaskan 355 orang. Sementara versi para aktivis dan oposisi Suriah, serangan itu menewaskan 1.300 penduduk sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Berdasarkan mandat, tim Penyidik senjata kimia PBB akan mencari tahu jenis senjata kimia yang digunakan di lapangan, tetapi tidak akan menentukan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan itu. Seperti diketahui, tim penyidik PBB tengah menyelidiki dugaan serangan kimia senjata di al-Ghouta, dekat Damaskus Rabu (21/8/2013) lalu.
"Hasilnya mungkin akan menujukan bahwa telah terjadi pembantaian dengan menggunakan senjata kimia," ungkap Fabius kepada Radio Prancis.
Ungkapan Menlu Prancis tersebut berbeda dengan laporan yang diterbitkan oleh Oganisasi pelarangan senjata kimia (The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons, OPCW) sebelumnya.
OPCW pada Sabtu (31/8/2013) lalu mengatakan, hasil sampel yang telah diambil oleh inspentur tim penyidik PBB di wilayah yang diduga menjadi lokasi serangan senjata kimia di Damaskus, Suriah, akan keluar setelah tiga pekan ke depan, akhir September.
Seperti diketahui, pertengahan Agustus lalu tim yang beranggotakan 20 delegasi PBB yang dipimpin oleh Ake Sellstrom, seorang ahli dari Swedia menjangkau lokasi serangan senjata kimia yang telah menewaskan ratusan warga Suriah di dekat Damaskus. Menurut kelompok relawan Medecins Sans Fronteries, serangan itu telah menewaskan 355 orang. Sementara versi para aktivis dan oposisi Suriah, serangan itu menewaskan 1.300 penduduk sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Berdasarkan mandat, tim Penyidik senjata kimia PBB akan mencari tahu jenis senjata kimia yang digunakan di lapangan, tetapi tidak akan menentukan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan itu. Seperti diketahui, tim penyidik PBB tengah menyelidiki dugaan serangan kimia senjata di al-Ghouta, dekat Damaskus Rabu (21/8/2013) lalu.
(esn)