Dubes Turki untuk Mesir kembali ke Kairo
Rabu, 04 September 2013 - 16:24 WIB
Dubes Turki untuk Mesir kembali ke Kairo
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Turki telah mengirim kembali Duta Besarnya untuk Mesir, Rabu (4/9/2013). Demikian diungkapkan seorang diplomat dari Departemen Luar Negeri Turki.
"Duta Besar Turki untuk Mesir akan kembali ke Kairo hari ini," ungkap seorang diplomat dari Departemen Luar Negeri Turki kepada AFP.
Namun, diplomat dari Departemen Luar Negeri Turki menekankan, keputusan itu tidak boleh ditafsirkan sebagai pemulihan hubungan diplomatik Turki dan Mesir.
"Hubungan diplomatik dengan Mesir tidak pernah terputus," terang diplomat itu. "Sebelumnya, kami memangil Duta Besar kami untuk melakukan konsultasi. Setelah konsultasi berakhir, maka Pemerintah Turki mengirim kembali duta besar itu," lanjutnya.
Seperti diketahui, polisi dan militer Mesir menggunakan tindakan keras terhadap para pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi sejak 14 Agustus lalu. Juru bicara pemerintah Mesir, Sherif Shawki, melaporkan, sebanyak 173 orang tewas sementara 1.330 orang lainnya menderita luka-luka dalam aksi demonstrasi yang dinamakan ‘Hari Kemarahan’.
Unjuk rasa itu digelar para pendukung Morsi usai salat Jumat, banyaknya jumlah korban tewas disebabkan karena aparat keamanan Mesir telah dilegalkan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan aksi demonstran pendukung Morsi.
"Duta Besar Turki untuk Mesir akan kembali ke Kairo hari ini," ungkap seorang diplomat dari Departemen Luar Negeri Turki kepada AFP.
Namun, diplomat dari Departemen Luar Negeri Turki menekankan, keputusan itu tidak boleh ditafsirkan sebagai pemulihan hubungan diplomatik Turki dan Mesir.
"Hubungan diplomatik dengan Mesir tidak pernah terputus," terang diplomat itu. "Sebelumnya, kami memangil Duta Besar kami untuk melakukan konsultasi. Setelah konsultasi berakhir, maka Pemerintah Turki mengirim kembali duta besar itu," lanjutnya.
Seperti diketahui, polisi dan militer Mesir menggunakan tindakan keras terhadap para pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi sejak 14 Agustus lalu. Juru bicara pemerintah Mesir, Sherif Shawki, melaporkan, sebanyak 173 orang tewas sementara 1.330 orang lainnya menderita luka-luka dalam aksi demonstrasi yang dinamakan ‘Hari Kemarahan’.
Unjuk rasa itu digelar para pendukung Morsi usai salat Jumat, banyaknya jumlah korban tewas disebabkan karena aparat keamanan Mesir telah dilegalkan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan aksi demonstran pendukung Morsi.
(esn)