PBB kirim 100 ton bantuan bagi pengungsi Suriah di Irak
Senin, 02 September 2013 - 20:08 WIB
PBB kirim 100 ton bantuan bagi pengungsi Suriah di Irak
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah pesawat yang mengangkut 100 ton bantuan darurat PBB bagi anak-anak dan keluarga pengungsi Suriah tiba di wilayah Irak utara, Minggu (2/9/2013). Demikian diungkapkan pejabat Organisasi Internasional PBB yang menaungi masalah anak-anak dunia (UNICEF).
Pejabat UNICEF mengatakan, bantuan itu diterbangkan dari gudang UNICEF di Kopenhagen, Denmark untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Suriah di Irak yang jumlahnya telah lebih dari 200 ribu jiwa. Seperti diketahui, hanya dalam waktu dua setengah pekan, sekitar 50 ribu pengusi tiba di Erbil, wilayah Kurdistan, Irak. Setengah dari jumlah itu adalah anak-anak.
Dalam rilisnya, UNICEF mengatakan, bantuan itu mencakup, botol air, keran berdiri, peralatan jamban, tablet pemurni air, pemompa air, larutan rehidrasi, peralatan kesehatan dan kebersihan darurat, serta peralatan sekolah.
"Bantuan ini datang tepat pada waktunya untuk memenuhi kebutuhan sangat mendesak bagi 20 ribu anak-anak pengungsi Suriah yang baru saja tiba di Irak," ungkap Marzio Babille, wakil UNICEF untuk Irak.
"Bantuan itu mengaris bawahi bentuk dukungan UNICEF yang tak tergoyahkan dalam memberikan bantuan kepada anak-anak yang menghadapi penderitaan, trauma dan stres," lanjutnya.
"Semua itu adalah bagian dari gelombang pertama bantuan cepat tanggap UNICEF atas peningkatan jumlah pengusi anak Suriah di Irak," ungkap Babille.
UNICEF tidak sendiri, mereka bekerjasama dengan pemerintah Kurdistan, Badan Pengungsi PBB (UNHDR), organisasi nasional dan internasional non pemerintah, serta sejumlah badan PBB lainnya memberikan layanan primer, seperti pengadaan air, sanitasi, pendidikan, kesehatan, gizi dan sejumlah sektor penting untuk melindungi anak-anak pengungsi di Suriah di Irak.
Pejabat UNICEF mengatakan, bantuan itu diterbangkan dari gudang UNICEF di Kopenhagen, Denmark untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Suriah di Irak yang jumlahnya telah lebih dari 200 ribu jiwa. Seperti diketahui, hanya dalam waktu dua setengah pekan, sekitar 50 ribu pengusi tiba di Erbil, wilayah Kurdistan, Irak. Setengah dari jumlah itu adalah anak-anak.
Dalam rilisnya, UNICEF mengatakan, bantuan itu mencakup, botol air, keran berdiri, peralatan jamban, tablet pemurni air, pemompa air, larutan rehidrasi, peralatan kesehatan dan kebersihan darurat, serta peralatan sekolah.
"Bantuan ini datang tepat pada waktunya untuk memenuhi kebutuhan sangat mendesak bagi 20 ribu anak-anak pengungsi Suriah yang baru saja tiba di Irak," ungkap Marzio Babille, wakil UNICEF untuk Irak.
"Bantuan itu mengaris bawahi bentuk dukungan UNICEF yang tak tergoyahkan dalam memberikan bantuan kepada anak-anak yang menghadapi penderitaan, trauma dan stres," lanjutnya.
"Semua itu adalah bagian dari gelombang pertama bantuan cepat tanggap UNICEF atas peningkatan jumlah pengusi anak Suriah di Irak," ungkap Babille.
UNICEF tidak sendiri, mereka bekerjasama dengan pemerintah Kurdistan, Badan Pengungsi PBB (UNHDR), organisasi nasional dan internasional non pemerintah, serta sejumlah badan PBB lainnya memberikan layanan primer, seperti pengadaan air, sanitasi, pendidikan, kesehatan, gizi dan sejumlah sektor penting untuk melindungi anak-anak pengungsi di Suriah di Irak.
(esn)