Presiden Kolombia pertimbangkan bertemu dengan pemimpin FARC
Rabu, 28 Agustus 2013 - 02:31 WIB
Presiden Kolombia pertimbangkan bertemu dengan pemimpin FARC
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mengatakan pada Selasa (27/8/2013), bahwa ia akan mempertimbangkan bertemu dengan pemimpin pemberontak FARC, Timochenko untuk mempercepat perundingan yang bertujuan mengakhiri konflik bersenjata yang sudah berlangsung selama 50 tahun.
Menurut Santos, waktu untuk perdamaian adalah "sekarang atau tidak". Ia juga menegaskan, bahwa setiap kesepakatan yang dinegosiasikan harus diratifikasi oleh suara rakyat. Pemerintah Kolombia sendiri sudah kembali memulai pembicaraan damai dengan FARC pada November lalu.
Dalam sebuah wawancara dengan radio lokal, Santos mengatakan, dia bersedia untuk bertemu Timochenko, yang memiliki nama asli Rodrigo Londono. Pertemuan ini dilakukan untuk mempercepat proses perdamaian.
"Saya rasa ini adalah proses yang paling penting yang dapat dimiliki Kolombia. Dan, jika ini berhasil, makan akan menjadi hal yang paling penting dalam sejarah Kolombia,” kata Santos, seperti dikutip dari Reuters.
“Jika ada kebutuhan di beberapa titik untuk mensukseskan proses ini, saya tidak akan keluar dari aturan itu,” jelas Santos, ketika ditanya apakah ia akan bertemu dengan pemimpin FARC. Perundingan damai antara Pemerintah Kolombia dengan FARC diprakarsai oleh Kuba, negara tetangga Kolombia.
Menurut Santos, waktu untuk perdamaian adalah "sekarang atau tidak". Ia juga menegaskan, bahwa setiap kesepakatan yang dinegosiasikan harus diratifikasi oleh suara rakyat. Pemerintah Kolombia sendiri sudah kembali memulai pembicaraan damai dengan FARC pada November lalu.
Dalam sebuah wawancara dengan radio lokal, Santos mengatakan, dia bersedia untuk bertemu Timochenko, yang memiliki nama asli Rodrigo Londono. Pertemuan ini dilakukan untuk mempercepat proses perdamaian.
"Saya rasa ini adalah proses yang paling penting yang dapat dimiliki Kolombia. Dan, jika ini berhasil, makan akan menjadi hal yang paling penting dalam sejarah Kolombia,” kata Santos, seperti dikutip dari Reuters.
“Jika ada kebutuhan di beberapa titik untuk mensukseskan proses ini, saya tidak akan keluar dari aturan itu,” jelas Santos, ketika ditanya apakah ia akan bertemu dengan pemimpin FARC. Perundingan damai antara Pemerintah Kolombia dengan FARC diprakarsai oleh Kuba, negara tetangga Kolombia.
(esn)