Dialog dengan Pelestina, Israel siap ambil keputusan dramatis

Rabu, 21 Agustus 2013 - 12:25 WIB
Dialog dengan Pelestina,...
Dialog dengan Pelestina, Israel siap ambil keputusan dramatis
A A A
Sindonews.com – Juru runding damai dari Israel, Tzipi Livni, mengatakan, pemerintahnya siap untuk membuat keputusan dramatis untuk mencapai kesepakatan perdamaian akhir dengan Pemerintah Palestina. Sementara itu, analis politik Pelestina berpendapat, pembicaraan damai itu tetap merugikan Palestina.

Livni berbicara Selasa (20/8/2013) di Yerusalem, menjelang putaran ketiga perundingan dengan utusan perdamaian Palestina. Dia juga memperingatkan, bahwa unsur-unsur garis keras dalam pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Kelompok itu, katanya, tetap bertentangan dengan tujuan perundingan yang ditetapkan oleh Washington untuk menciptakan sebuah negara Palestina yang berdampingan dengan Israel.

Livni dan juru runding Palestina Saeb Erekat, mengadakan pertemuan kedua di Yerusalem pekan lalu, tanpa mediasi AS. Livni yang juga Menteri Kehakiman di kabinet Benjamin Netanyahu, menuduh anggota ultranasionalis koalisi pemerintah Israel membuat negosiasi lebih sulit dengan menentang solusi untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina.

Komentar Livni itu, dinilai ditujukan kepada kubu kelompok ultranasionalis Israel pimpinan Menteri Ekonomi Naftali Bennett. Bennett langsung menanggapi komentar Livni, di akun Facebook-nya. ”(Negosiasi Israel), harus mendapatkan lebih dari itu,” tulis Bannet, dikutip VOA News.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah berjanji untuk mencoba menyelesaikan semua masalah inti konflik dua negara tersebut. Beberapa masalah itu, antara lain kedaulatan atas Yerusalem, nasib para pengungsi dari perang Arab-Israel, perbatasan akhir Israel dan negara Palestina di masa depan, dan soal permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diklaim sebagai tanah Palestina.

Sedangkan para pejabat Palestina, kemarin, mengatakan, bahwa putaran ketiga pembicaraan damai dua negara itu telah berakhir. Namun, kedua belah pihak telah sepakat dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry untuk tidak mengungkapkan rincian dari hasil perundingan mereka.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
4 menit yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
1 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
2 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
3 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
4 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved