Tim Penyidik senjata kimia PBB dapatkan akses terbatas di Suriah
Selasa, 20 Agustus 2013 - 20:49 WIB
Tim Penyidik senjata kimia PBB dapatkan akses terbatas di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sekertaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, bersikeras menuntut akses penyelidikan tak terbatas kepada tim penyidik senjata kimia PBB saat menjalankan misi mereka di Suriah, Senin (19/8/2013).
"Pemerintah dan semua entitas yang berada di Suriah harus menjamin keselamatan dan misi yang dijalankan oleh tim," ungkap Ki-moon. Menurutnya, selama bertugas, tim penyidik akan mengumpulkan sampel, melakukan wawancara dengan berbagai pihak, termasuk para korban dan juga tenaga medis yang memberikan pengobatan.
"Agar mampu membangun fakta yang dapat dipercaya, tim harus memiliki akses penuh ke lokasi yang insiden," desak Ki-moon. Ia kemudian menegaskan, bahwa tim itu tidak akan menentukan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan senjata kimia, tapi mereka akan mencari tahu jenis senjata kimia yang digunakan di lapangan.
Ki-moon berharap temuan fakta di lapangan akan mencegah hal yang sama berulang kembali di masa depan. "Jika terbukti telah terjadi penggunaan senjata kimia, maka harus di pertanggung jawaban dan itu termasuk dalam kejahatan internasional," tegas Ki-moon.
Ki-moon mengatakan, tim akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di tiga lokasi, termasuk Khan al-Assal dekat Aleppo. Di kota Khan al-Assal, 25 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang didugaan menggunakan senjata kimia, sementara 130 orang lainnya menderita luka-luka. Namun, tudingan itu dibantah oleh pemberontak Suriah.
"Pemerintah dan semua entitas yang berada di Suriah harus menjamin keselamatan dan misi yang dijalankan oleh tim," ungkap Ki-moon. Menurutnya, selama bertugas, tim penyidik akan mengumpulkan sampel, melakukan wawancara dengan berbagai pihak, termasuk para korban dan juga tenaga medis yang memberikan pengobatan.
"Agar mampu membangun fakta yang dapat dipercaya, tim harus memiliki akses penuh ke lokasi yang insiden," desak Ki-moon. Ia kemudian menegaskan, bahwa tim itu tidak akan menentukan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan senjata kimia, tapi mereka akan mencari tahu jenis senjata kimia yang digunakan di lapangan.
Ki-moon berharap temuan fakta di lapangan akan mencegah hal yang sama berulang kembali di masa depan. "Jika terbukti telah terjadi penggunaan senjata kimia, maka harus di pertanggung jawaban dan itu termasuk dalam kejahatan internasional," tegas Ki-moon.
Ki-moon mengatakan, tim akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di tiga lokasi, termasuk Khan al-Assal dekat Aleppo. Di kota Khan al-Assal, 25 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang didugaan menggunakan senjata kimia, sementara 130 orang lainnya menderita luka-luka. Namun, tudingan itu dibantah oleh pemberontak Suriah.
(esn)