PBB: Lebih dari 30 ribu warga Suriah masuki Irak
Selasa, 20 Agustus 2013 - 01:17 WIB
PBB: Lebih dari 30 ribu warga Suriah masuki Irak
A
A
A
Sindonews.com – Lebih dari 30 ribu warga Suriah telah menyeberang ke Irak dalam beberapa hari terakhir. Ini merupakan salah satu gerakan pengungsian terbesar sejak konflik di Suriah. Demikian dilaporkan badan pengungsi PBB, UNHCR, Senin (19/8/2013).
Puluhan ribu warga Suriah itu memasuki Irak untuk mencari perlindungan dari pertempuran brutal antara pasukan Kurdi dan jihadis, serta kehancuran ekonomi di negara mereka. Pada Senin, diperkirakan ada 5.000 warga Suriah yang memasuki wilayah otonomi Kurdistan di Irak.
Kondisi ini membuat UNHCR untuk memobilisasi sejumlah besar bantuan dalam upaya untuk menyediakan air dan tempat berlindung. "Tampaknya, kita akan berada di kisaran 5.000 orang hari ini," jelas Peter Kessler, Juru Bicara UNHCR kepada AFP, mengutip perkiraan oleh staf UNHCR di perbatasan.
Kessler mengatakan, PBB telah mengirimkan 70 truk yang membawa bantuan bagi para pengungsi ke Kurdistan, 2.100 tenda, dua prefabrikasi gudang dan wadah air bagi ribuan keluarga. “Pada awalnya, orang-orang yang menyeberang pada pertegahan pekan lalu telah berkemah di perbatasan selama beberapa hari dan benar-benar habis, serta dalam posisi yang paling genting," jelasnya.
Dalam beberapa hari terakhir, pengungsi tampaknya telah berkumpul di daerah Qamishli, di timur laut Suriah yang didominasi Kurdi, sebelum akhirnya menyeberang ke Irak. "Mereka takut, mereka khawatir, mereka gugup. Mereka melaporkan pertempuran dan ketegangan di daerah asal mereka, tetapi orang lain juga melaporkan runtuhnya perekonomian di wilayah tersebut," tambah Kessler.
Puluhan ribu warga Suriah itu memasuki Irak untuk mencari perlindungan dari pertempuran brutal antara pasukan Kurdi dan jihadis, serta kehancuran ekonomi di negara mereka. Pada Senin, diperkirakan ada 5.000 warga Suriah yang memasuki wilayah otonomi Kurdistan di Irak.
Kondisi ini membuat UNHCR untuk memobilisasi sejumlah besar bantuan dalam upaya untuk menyediakan air dan tempat berlindung. "Tampaknya, kita akan berada di kisaran 5.000 orang hari ini," jelas Peter Kessler, Juru Bicara UNHCR kepada AFP, mengutip perkiraan oleh staf UNHCR di perbatasan.
Kessler mengatakan, PBB telah mengirimkan 70 truk yang membawa bantuan bagi para pengungsi ke Kurdistan, 2.100 tenda, dua prefabrikasi gudang dan wadah air bagi ribuan keluarga. “Pada awalnya, orang-orang yang menyeberang pada pertegahan pekan lalu telah berkemah di perbatasan selama beberapa hari dan benar-benar habis, serta dalam posisi yang paling genting," jelasnya.
Dalam beberapa hari terakhir, pengungsi tampaknya telah berkumpul di daerah Qamishli, di timur laut Suriah yang didominasi Kurdi, sebelum akhirnya menyeberang ke Irak. "Mereka takut, mereka khawatir, mereka gugup. Mereka melaporkan pertempuran dan ketegangan di daerah asal mereka, tetapi orang lain juga melaporkan runtuhnya perekonomian di wilayah tersebut," tambah Kessler.
(esn)