UE desak Rouhani capai kemajuan dalam pembicaraan nuklir
Senin, 05 Agustus 2013 - 21:22 WIB
UE desak Rouhani capai kemajuan dalam pembicaraan nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Uni Eropa (UE) mendesak Presiden Iran yang baru dilantik, Hassan Rouhani, untuk membuat "kemajuan pesat" atas kekhawatiran dunia internasional terhadap program nuklir Iran.
Pada akhir pekan lalu, Rouhani mengulangi janji yang diucapkannya selama masa kampanye, untuk memperjuangkan nasib raykat Iran di bawah beban sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan UE. Ia juga menyerukan sikap "saling menghormati" dengan dunia Barat.
Sikap Rouhani ini berbeda dengan yang diusung oleh pendahulunya, Mahmoud Ahmadinejad. "Kami mencatat kata-kata Presiden baru," kata Michael Mann, Juru Bicara Kepala Urusan Luar Negeri UE, Catherine Ashton, yang telah memimpin pembicaraan dengan Teheran mengenai sengketa nuklir.
Dunia Barat berharap, Rouhani akan mengambil pendekatan yang lebih konstruktif dalam pembicaraan yang berlangsung lama soal program nuklir Teheran. Negara-negara Barat percaya, bahwa program nuklir Iran sedang digunakan untuk mengembangkan bom atom. Namun, Teheran bersikeras program itu adalah untuk tujuan damai.
"Kami berharap, bahwa Pemerintah Iran yang baru akan siap untuk membuat kemajuan pesat menuju menangani keprihatinan internasional mengenai program nuklirnya dan terlibat secara konstruktif pada proposal (P5 +1) untuk membangun kepercayaan," kata Mann.
Pada akhir pekan lalu, Rouhani mengulangi janji yang diucapkannya selama masa kampanye, untuk memperjuangkan nasib raykat Iran di bawah beban sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan UE. Ia juga menyerukan sikap "saling menghormati" dengan dunia Barat.
Sikap Rouhani ini berbeda dengan yang diusung oleh pendahulunya, Mahmoud Ahmadinejad. "Kami mencatat kata-kata Presiden baru," kata Michael Mann, Juru Bicara Kepala Urusan Luar Negeri UE, Catherine Ashton, yang telah memimpin pembicaraan dengan Teheran mengenai sengketa nuklir.
Dunia Barat berharap, Rouhani akan mengambil pendekatan yang lebih konstruktif dalam pembicaraan yang berlangsung lama soal program nuklir Teheran. Negara-negara Barat percaya, bahwa program nuklir Iran sedang digunakan untuk mengembangkan bom atom. Namun, Teheran bersikeras program itu adalah untuk tujuan damai.
"Kami berharap, bahwa Pemerintah Iran yang baru akan siap untuk membuat kemajuan pesat menuju menangani keprihatinan internasional mengenai program nuklirnya dan terlibat secara konstruktif pada proposal (P5 +1) untuk membangun kepercayaan," kata Mann.
(esn)