Pantau Kongo, PBB kerahkan drone dari Italia

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 16:48 WIB
Pantau Kongo, PBB kerahkan...
Pantau Kongo, PBB kerahkan drone dari Italia
A A A
Sindonews.com - PBB mengatakan, pihaknya akan mengerahkan sebuah drone (pesawat tak berawak) buatan perusahaan Italia untuk melakukan patroli di wilayah Kongo bagian timur, Kamis (1/8/2013) kemarin.

Pengumuman ini datang setelah ketegangan meningkat di Kota Goma, wilayah yang tengah dijaga dan ditetapkan sebagai zona bebas senjata oleh pasukan penjaga perdamaian PBB dan tentara Kongo.

Juru Bicara PBB, Martin Nesirky mengatakan, dalam beberapa pekan ke depan, drone yang disediakan oleh Selex ES, anak perusahaan Finmeccanica dari Italia, akan dikerahkan untuk melakukan pemantauan udara.

"Drone FALCO mampu terbang pada ketinggian menengah dan mampu membawa berbagai muatan, termasuk sensor dengan resolusi tinggi," terang Nesirky.

Kemampuan drone FALCO yang mampu membawa muatan, membuat beberapa negara khawatir. "Drone ini tidak dipersenjatai dan bertujuan memudahkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo untuk menjalani tugas memberikan perlindungan terhadap warga sipil agar lebih efisien," terang Nesirky.

Jika penggunaan drone ini sukses membantu meningkatkan keamanan di Kongo, maka juga dapat dikerahkan di wilayah perbatasan Rwanda dan Uganda, tidak tertutup kemungkinan digunakan di Sudan Selatan dan Pantai Gading.

Selama lebih dari satu tahun, pasukan perdamaian PBB telah membantu tentara Kongo untuk mengatasi serangan yang dilancarkan oleh pemberontak M23. Keberadaan pemberontak M23 di Kongo telah menjadi ancaman terbesar dalam pemerintahan Presiden Kongo, Joseph Kabila.

Pemberontak M23, yang sebagian besar berasal dari suku Tutsi, memulai pemberontakan pada November tahun lalu di sebelah timur Kongo dan kabarnya didukung oleh Pemerintah Rwanda. Kongo dikenal sebagai daerah yang kaya akan mineral, namun mengalami instabilitas keamanan.
(esn)
Berita Terkait
4 Fakta Pemerkosaan...
4 Fakta Pemerkosaan Jadi Senjata pada Perang di Kongo
Wabah Pes Melanda Kongo,...
Wabah Pes Melanda Kongo, Lebih dari 31 Orang Meninggal
PBB: Pemberontak Kongo...
PBB: Pemberontak Kongo Eksekusi Lebih dari 130 Warga Sipil
Pemberontak Kongo Bantai...
Pemberontak Kongo Bantai Puluhan Etnis Pygmy, Beberapa Dipenggal
Kandungan Emas di Gunung...
Kandungan Emas di Gunung Kongo Capai 90% Mineral Berharga di Dunia
Benarkah Munculnya Gunung...
Benarkah Munculnya Gunung Emas dan Sungai Eufrat Mengering Jadi Tanda Kiamat?
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
54 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved