Dua serangan bunuh diri tewaskan 41 warga Pakistan
Sabtu, 27 Juli 2013 - 01:56 WIB
Dua serangan bunuh diri tewaskan 41 warga Pakistan
A
A
A
Sindonews.com – Serangan bunuh diri kembar mengguncang sebuah pasar yang sibuk di barat laut Pakistan, Jumat (26/7/2013). Serangan ini menewaskan sedikitnya 41 orang dan melukai lebih dari 150 lainnya.
Menurut para pejabat, ini adalah serangan paling mematikan yang terjadi di negara itu selama bulan suci Ramadan. Ledakan itu terjadi di pasar Parachinar, kota utama di distrik suku Kurram yang terletak di perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Para korban kebanyakan adalah kaum muslim yang berniat membeli makanan untuk berbuka puasa. Dokter di rumah sakit umum utama di kota itu mengatakan, di antara korban luka, terdapat 20 orang yang mengalami luka parah.
"Kami dapat mengkonfirmasi kematian 41 orang dalam pemboman kembar. Lebih dari 150 orang telah terluka dalam serangan itu," kata dokter Sabir Hussein, kepala rumah sakit kepada AFP. “Kami telah mengirim 20 orang yang terluka parah ke rumah sakit besar di Peshawar dan Kohat untuk menyelamatkan nyawa mereka," tambahnya.
Pejabat pemerintahan Parachinar mengatakan, kedua ledakan dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri. "Ada dua ledakan di pasar utama Parachinar. Aksi tersebut dilakukan oleh dua pembom bunuh diri yang masuk ke pasar yang ramai," kata Riaz Mehsud, seorang pejabat senior pemerintah setempat.
Mehsud mengatakan, pasar itu penuh sesak dengan orang-orang. Menurutnya, ledakan itu juga merusak hingga 15 toko dan dua mobil. "Kami menemukan banyak bagian tubuh, termasuk bagian dari pelaku bom bunuh diri. Ada darah dan daging manusia di lokasi ledakan," katanya.
Daerah terjadinya insiden ini dihuni oleh minoritas Muslim Syiah, namun para pejabat mengatakan, mereka tidak bisa segera mengidentifikasi para korban. "Banyak tubuh tidak dapat diidentifikasi, karena mereka telah dimutilasi sangat buruk," kata Salahuddin, seorang teknisi kesehatan di rumah sakit.
Menurut para pejabat, ini adalah serangan paling mematikan yang terjadi di negara itu selama bulan suci Ramadan. Ledakan itu terjadi di pasar Parachinar, kota utama di distrik suku Kurram yang terletak di perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Para korban kebanyakan adalah kaum muslim yang berniat membeli makanan untuk berbuka puasa. Dokter di rumah sakit umum utama di kota itu mengatakan, di antara korban luka, terdapat 20 orang yang mengalami luka parah.
"Kami dapat mengkonfirmasi kematian 41 orang dalam pemboman kembar. Lebih dari 150 orang telah terluka dalam serangan itu," kata dokter Sabir Hussein, kepala rumah sakit kepada AFP. “Kami telah mengirim 20 orang yang terluka parah ke rumah sakit besar di Peshawar dan Kohat untuk menyelamatkan nyawa mereka," tambahnya.
Pejabat pemerintahan Parachinar mengatakan, kedua ledakan dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri. "Ada dua ledakan di pasar utama Parachinar. Aksi tersebut dilakukan oleh dua pembom bunuh diri yang masuk ke pasar yang ramai," kata Riaz Mehsud, seorang pejabat senior pemerintah setempat.
Mehsud mengatakan, pasar itu penuh sesak dengan orang-orang. Menurutnya, ledakan itu juga merusak hingga 15 toko dan dua mobil. "Kami menemukan banyak bagian tubuh, termasuk bagian dari pelaku bom bunuh diri. Ada darah dan daging manusia di lokasi ledakan," katanya.
Daerah terjadinya insiden ini dihuni oleh minoritas Muslim Syiah, namun para pejabat mengatakan, mereka tidak bisa segera mengidentifikasi para korban. "Banyak tubuh tidak dapat diidentifikasi, karena mereka telah dimutilasi sangat buruk," kata Salahuddin, seorang teknisi kesehatan di rumah sakit.
(esn)