Rusia tuding AS rusak upaya perdamaian di Suriah
Kamis, 25 Juli 2013 - 23:54 WIB
Rusia tuding AS rusak upaya perdamaian di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) berencana merusak upaya bersama untuk mengatur sebuah konferensi perdamaian internasional untuk krisis Suriah di Jenewa. Demikian dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Rabu (24/7/2013).
Sebelumnya, pada Mei lalu, Rusia dan AS telah sepakat untuk menggagas sebuah konferensi perdamaian yang melibatkan dua pihak yang bertikai di Suriah, serta pihak-pihak lain yang selama ini menjadi pendukung rezim dan pemberontak Suriah.
Namun, dengan pernyataan AS yang berniat mempersenjatai pemberontak Suriah, maka Rusia menilai hal itu sebagai sebuah tindakan yang bisa menghambat proses perdamaian di negara yang telah dilanda perang saudara selama dua tahun lebih tersebut.
"Jika mitra Amerika kami sekarang fokus pada mempersenjatai oposisi dan berbagi rencana untuk menyerang posisi pemerintah Suriah, maka ini tentu saja berjalan melawan perjanjian untuk mengadakan sebuah konferensi," kata Lavrov, seperti dikutip dari Xinhua.
Pemerintah Suriah sendiri sudah mengecam niat AS itu. "Hal ini telah menjadi jelas, bahwa niat AS bertujuan untuk memperpanjang terorisme dan kekerasan di Suriah, guna mengacaukan keamanan dan stabilitas di kawasan dalam mendukung tujuan agresif Israel," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah, seperti dikutip dari Xinhua.
Sebelumnya, pada Mei lalu, Rusia dan AS telah sepakat untuk menggagas sebuah konferensi perdamaian yang melibatkan dua pihak yang bertikai di Suriah, serta pihak-pihak lain yang selama ini menjadi pendukung rezim dan pemberontak Suriah.
Namun, dengan pernyataan AS yang berniat mempersenjatai pemberontak Suriah, maka Rusia menilai hal itu sebagai sebuah tindakan yang bisa menghambat proses perdamaian di negara yang telah dilanda perang saudara selama dua tahun lebih tersebut.
"Jika mitra Amerika kami sekarang fokus pada mempersenjatai oposisi dan berbagi rencana untuk menyerang posisi pemerintah Suriah, maka ini tentu saja berjalan melawan perjanjian untuk mengadakan sebuah konferensi," kata Lavrov, seperti dikutip dari Xinhua.
Pemerintah Suriah sendiri sudah mengecam niat AS itu. "Hal ini telah menjadi jelas, bahwa niat AS bertujuan untuk memperpanjang terorisme dan kekerasan di Suriah, guna mengacaukan keamanan dan stabilitas di kawasan dalam mendukung tujuan agresif Israel," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah, seperti dikutip dari Xinhua.
(esn)