PBB berharap segera selidiki pengunaan senjata kimia Suriah
Rabu, 24 Juli 2013 - 15:47 WIB
PBB berharap segera selidiki pengunaan senjata kimia Suriah
A
A
A
Sindonews.com - PBB berharap dapat segera menyelidiki penggunaan senjata kimia di wilayah Khan al-Assal, Suriah pada 19 Maret lalu. Harapan itu datang, setelah pemberontak membuat kemajuan dengan merebut wilayah Khan al-Assal dari tangan tentara Suriah, dua hari yang lalu, Senin (22/7/2013).
Hari ini, Ake Sellstrom (kepala penyelidikan penggunaan senjata kimia PBB) dan Angela Kane (Kepala perlucutan senjata PBB) untuk konflik Suriah, tiba di Damaskus. Keduanya akan mengadakan pembicaraan seputar pengadaan akses masuk yang aman bagi tim untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia berbahaya di wilayah Khan al-Assal.
"Jika pemerintah tidak mengontrol Khan al-Assal, maka ada sedikit kesempatan untuk membiarkan para ahli PBB," ungkap seorang diplomat di Dewan Keamanan PBB yang enggan namanya.
"Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk mengeksploitasi semua pertanyaan yang diajukan. Tapi, semakin lama penyerlidikan digelar, maka akan semakin kecil kemungkinan untuk menemukan bukti itu," terang diplomat itu.
Diplomat itu menambahkan, mereka telah membaca 10 halaman laporan yang berisi penjelasan dan bukti penggunan senjata kimia oleh pemberontak Suriah yang diabuat oleh Rusia. "Tapi, kami belum menerima laporan bukti menyeluruh atas pengunaan senjata kimia oleh pemberontak di Khan al-Assal," lanjutnya.
"Sejauh ini kami yakin, bahwa pengunaan senjata kimia itu disetujui dan diperintahkan oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dia membuat persediaan senjata ini dari unit militer yang terlatih untuk menggunakan dan mempertahankan, serta mampu mengontrol tanggung jawab itu. Jadi tangung jawab bersama untuk kita semua menghentikan pengunaan senjata itu," paparnya.
Hari ini, Ake Sellstrom (kepala penyelidikan penggunaan senjata kimia PBB) dan Angela Kane (Kepala perlucutan senjata PBB) untuk konflik Suriah, tiba di Damaskus. Keduanya akan mengadakan pembicaraan seputar pengadaan akses masuk yang aman bagi tim untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia berbahaya di wilayah Khan al-Assal.
"Jika pemerintah tidak mengontrol Khan al-Assal, maka ada sedikit kesempatan untuk membiarkan para ahli PBB," ungkap seorang diplomat di Dewan Keamanan PBB yang enggan namanya.
"Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk mengeksploitasi semua pertanyaan yang diajukan. Tapi, semakin lama penyerlidikan digelar, maka akan semakin kecil kemungkinan untuk menemukan bukti itu," terang diplomat itu.
Diplomat itu menambahkan, mereka telah membaca 10 halaman laporan yang berisi penjelasan dan bukti penggunan senjata kimia oleh pemberontak Suriah yang diabuat oleh Rusia. "Tapi, kami belum menerima laporan bukti menyeluruh atas pengunaan senjata kimia oleh pemberontak di Khan al-Assal," lanjutnya.
"Sejauh ini kami yakin, bahwa pengunaan senjata kimia itu disetujui dan diperintahkan oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dia membuat persediaan senjata ini dari unit militer yang terlatih untuk menggunakan dan mempertahankan, serta mampu mengontrol tanggung jawab itu. Jadi tangung jawab bersama untuk kita semua menghentikan pengunaan senjata itu," paparnya.
(esn)