Rusia desak upaya bersama usir teroris dari Suriah
Selasa, 23 Juli 2013 - 01:32 WIB
Rusia desak upaya bersama usir teroris dari Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Semua pihak dalam konflik Suriah harus mengabdikan diri untuk mengusir teroris dan ekstremis dari negara Timur Tengah itu. Demikian dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Senin (22/7/2013).
"Menurut pendapat saya, tugas ini harus menjadi hal utama dalam agenda konferensi internasional yang diusulkan soal krisis Suriah," kata Lavrov kepada wartawan, sebelum bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Suriah, Qadri Jamil.
"Untuk itu kami menyesal, bahwa bagian penting dari oposisi, termasuk Koalisi Nasional, belum menyatakan kesiapan tersebut. Hal ini tak seperti yang dinyatakan oleh Pemerintah Suriah,” lanjut Lavrov.
Memperhatikan bahwa solusi militer tidak bisa memecahkan krisis Suriah, Lavrov mengatakan Moskow telah berhubungan secara konsisten dengan pemerintah dan kelompok oposisi dalam upaya untuk meyakinkan mereka untuk berpartisipasi dalam konferensi "sesegera mungkin tanpa prasyarat."
Rusia dan Amerika Serikat pada 7 Mei telah mengusulkan untuk mengadakan konferensi internasional di Jenewa. Konferensi ini digelar untuk menempatkan Pemerintah dan pihak oposisi Suriah agar bersama-sama menemukan solusi bagi konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun itu.
Hingga kini, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk konferensi terseut. Sementara Jamil mengatakan, beberapa negara-negara Barat yang harus disalahkan atas konflik abadi dan penderitaan rakyat Suriah. Dia mencatat bahwa upaya politik dan militer untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad dalam dua tahun terakhir "telah gagal."
"Menurut pendapat saya, tugas ini harus menjadi hal utama dalam agenda konferensi internasional yang diusulkan soal krisis Suriah," kata Lavrov kepada wartawan, sebelum bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Suriah, Qadri Jamil.
"Untuk itu kami menyesal, bahwa bagian penting dari oposisi, termasuk Koalisi Nasional, belum menyatakan kesiapan tersebut. Hal ini tak seperti yang dinyatakan oleh Pemerintah Suriah,” lanjut Lavrov.
Memperhatikan bahwa solusi militer tidak bisa memecahkan krisis Suriah, Lavrov mengatakan Moskow telah berhubungan secara konsisten dengan pemerintah dan kelompok oposisi dalam upaya untuk meyakinkan mereka untuk berpartisipasi dalam konferensi "sesegera mungkin tanpa prasyarat."
Rusia dan Amerika Serikat pada 7 Mei telah mengusulkan untuk mengadakan konferensi internasional di Jenewa. Konferensi ini digelar untuk menempatkan Pemerintah dan pihak oposisi Suriah agar bersama-sama menemukan solusi bagi konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun itu.
Hingga kini, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk konferensi terseut. Sementara Jamil mengatakan, beberapa negara-negara Barat yang harus disalahkan atas konflik abadi dan penderitaan rakyat Suriah. Dia mencatat bahwa upaya politik dan militer untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad dalam dua tahun terakhir "telah gagal."
(esn)