Rusia apresiasi dimulainya kembali pembicaraan damai Israel-Palestina
Senin, 22 Juli 2013 - 23:54 WIB
Rusia apresiasi dimulainya kembali pembicaraan damai Israel-Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Rusia menyambut positif dimulainya kembali pembicaraan damai antara Israel-Palestina, yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry. Demikian dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (22/7/2013).
“Dalam menanggapi berita perunding Israel dan Palestina akan bertemu di Washington dalam beberapa hari mendatang untuk menyusun formula untuk melanjutkan pembicaraan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua.
Rusia menegaskan keyakinannya, bahwa penyelesaian Timur Tengah dapat dicapai sepenuhnya oleh Israel dan Palestina. "Hanya Israel dan Palestina yang dapat dan harus setuju pada semua aspek penyelesaian Palestina-Israel," tambah pernyataan itu.
Kementerian itu mengatakan, penyelesaian tersebut harus didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 228, keputusan Kuartet Timur Tengah- AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB, serta norma-norma internasional lainnya yang diakui.
Sebelumnya, Menlu AS, John Kerry mengatakan di ibukota Yordania, Amman, pada Jumat pekan lalu, bahwa Israel dan Palestina telah menyepakati dasar untuk kembali ke perundingan.
Kerry mengadakan pembicaraan dengan perunding Palestina, Saeb Erekat di Amman, sebelum berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dia kemudian terbang ke kota Ramallah di Tepi Barat untuk bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
“Dalam menanggapi berita perunding Israel dan Palestina akan bertemu di Washington dalam beberapa hari mendatang untuk menyusun formula untuk melanjutkan pembicaraan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua.
Rusia menegaskan keyakinannya, bahwa penyelesaian Timur Tengah dapat dicapai sepenuhnya oleh Israel dan Palestina. "Hanya Israel dan Palestina yang dapat dan harus setuju pada semua aspek penyelesaian Palestina-Israel," tambah pernyataan itu.
Kementerian itu mengatakan, penyelesaian tersebut harus didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 228, keputusan Kuartet Timur Tengah- AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB, serta norma-norma internasional lainnya yang diakui.
Sebelumnya, Menlu AS, John Kerry mengatakan di ibukota Yordania, Amman, pada Jumat pekan lalu, bahwa Israel dan Palestina telah menyepakati dasar untuk kembali ke perundingan.
Kerry mengadakan pembicaraan dengan perunding Palestina, Saeb Erekat di Amman, sebelum berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dia kemudian terbang ke kota Ramallah di Tepi Barat untuk bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
(esn)