China & Korsel sepakat dorong denuklirisasi di Semenanjung Korea
Kamis, 27 Juni 2013 - 21:13 WIB
China & Korsel sepakat dorong denuklirisasi di Semenanjung Korea
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah China dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk mendorong terciptanya denuklirisasi di Semenanjung Korea. Kesepakatan itu diungkapkan Presiden China Xi Jinping saat menggelar pertemuan dengan Presiden Korsel, Park Geun-hye, Kamis (27/6/2013).
"Kami berdua sepakat untuk terus mewujudkan terciptanya denuklirisasi di wilayah Semenanjung Korea dan dengan tegas melindungi perdamaian dan stabilitas wilayah itu," ungkap Jinping.
China sebelumnya mendukung denuklirisasi, tapi mereka lebih memprioritaskan terciptanya stabilitas regional. Seperti diketahui, secara tak terduga selama beberapa dekade mereka menjadi sekutu tunggal yang memberikan bantuan ekonomi kepada Korea Utara.
Guen-hye hari ini tiba di Beijing untuk melakukan sejumlah pembicaraan dengan Pemerintah China, sekaligus mendorong China untuk lebih menekan Korut. Sebelumnya, Korsel bersama dengan Amerika Serikat telah mengungkapkan dengan keras, bahwa mereka tidak akan pernah menerima gagasan Korut sebagai negara nuklir.
Keduanya bersikeras, jika Korut menginginkan pembicaraan yang substantif, maka mereka harus menunjukan komitmen nyata untuk meninggalkan proyek senjata nuklir.
"Kami berdua sepakat untuk terus mewujudkan terciptanya denuklirisasi di wilayah Semenanjung Korea dan dengan tegas melindungi perdamaian dan stabilitas wilayah itu," ungkap Jinping.
China sebelumnya mendukung denuklirisasi, tapi mereka lebih memprioritaskan terciptanya stabilitas regional. Seperti diketahui, secara tak terduga selama beberapa dekade mereka menjadi sekutu tunggal yang memberikan bantuan ekonomi kepada Korea Utara.
Guen-hye hari ini tiba di Beijing untuk melakukan sejumlah pembicaraan dengan Pemerintah China, sekaligus mendorong China untuk lebih menekan Korut. Sebelumnya, Korsel bersama dengan Amerika Serikat telah mengungkapkan dengan keras, bahwa mereka tidak akan pernah menerima gagasan Korut sebagai negara nuklir.
Keduanya bersikeras, jika Korut menginginkan pembicaraan yang substantif, maka mereka harus menunjukan komitmen nyata untuk meninggalkan proyek senjata nuklir.
(esn)