PBB: Jumlah korban tewas di Suriah lebih dari 93 ribu

Kamis, 13 Juni 2013 - 18:36 WIB
PBB: Jumlah korban tewas...
PBB: Jumlah korban tewas di Suriah lebih dari 93 ribu
A A A
Sindonews.com - Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan PBB, jumlah korban tewas dalam perang Suriah sudah mencapai lebih dari 93 ribu jiwa. Dari jumlah itu, 6.500 di ataranya adalah anak-anak, Kamis (13/6/2013).

Navi Pillay, Komisaris Tinggi untuk Badan Hak Asasi Manusia PBB mengatakan, jumlah korban tewas, termasuk kasus penyiksaan terhadap anak-anak dan pembantaian terhadap seluruh anggota keluarga, menjadi pengingat betapa kejamnya konflik yang terjadi di Suriah.

Dia mengambarkan konflik itu sebagai sebuah aksi pembantaian yang tidak masuk akal. "Angka yang dirilis hari ini mungkin adalah jumlah minim, korban tewas di lapangan berpotensi jauh lebih besar," ungkap Pillay.

Sepanjang 2012, jumlah orang yang tewas terus meroket, dengan rata-rata korban tewas sejak Juli 2012 mencapai lebih dari 5.000 jiwa. Angka ini lima kali lipat lebih besar dibandingkan bulan yang sama di tahun 2011 lalu, di mana tercatat hanya 1.000 korban tewas.

"Ini adalah angka yang tinggi untuk sebuah pembunuhan, dari bulan demi bulan. Ini mencerminkan pola peningkatan yang sangat drastis," ungkap Pillay. "Sepanjang Desember 2012 saja tercatat sudah 27 ribu orang tewas," imbuh Pillay.

"Warga sipil ikut menanggung aksi kekerasan dan serangan membabi buta yang terjadi secara luas, tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga desa-desa terpencil," lanjutnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 82,6 persen korban adalah kaum laki-laki, sementara 7,6 persen sisanya adalah kaum hawa. Analis tidak mampu mengolongkan secara konsisten, apakah warga Suriah yang tewas adalah kombatan atau non kombatan (orang yang tidak dipersenjatai).

Dari total korban, tercatat 6.561 adalah anak-anak, di mana 1.729 lainnya berusia kurang dari 10 tahun. "Saya mendesak kedua belah pihak untuk segera mendeklarasikan gencatan senjata, sebelum puluhan ribu orang lainnya kembali tewas atau terluka," tambah Pilay.

Menurutnya, tak ada yang didapat dari peperangan ini. "Tidak ada yang mendapatkan apa-apa dari pembantaian tidak masuk akal ini. Saya juga mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan upaya perdamaian," seru Pillay.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
1 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
2 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
4 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
5 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved