Ayesha, pilot perempuan Pakistan yang siap perang

Kamis, 13 Juni 2013 - 13:01 WIB
Ayesha, pilot perempuan...
Ayesha, pilot perempuan Pakistan yang siap perang
A A A
Sindonews.com – Mengenakan jilbab hijau yang menyembul keluar dari helm, Ayesha Farooq berkedip. Ia tersenyum nakal, ketika ditanya menghadapi rasa kesepian saat menjadi pilot pesawat tempur perempuan di republik Islam Pakistan yang siap perang. Ayesha Farooq, asal Bahawalpur, kota bersejarah Provinsi Punjab, adalah salah satu dari 19 perempuan yang menjadi pilot di Angkatan Udara Pakistan selama dekade terakhir.

Selain dia, sejatinya ada lima pilot pejuang wanita lainnya. Tapi, mereka belum mengambil tes akhir untuk memenuhi syarat untuk berperang. ”Saya tidak merasa berbeda. Kami melakukan kegiatan yang sama, dengan bom yang sama,” ucap lembut perempuan 26 tahun itu, dikutip Reuters, Kamis (13/6/2013). Ia merasa tidak berbeda dengan rekan-rekan pilot pria di pangkalan Mushaf di Pakistan Utara.

Saban hari, Ayesha Farooq duduk di kursi pilot, berhadapan dengan cuaca terik di luar sekitar 50 derajat Celcius (122 F). Di Pakistan semakin banyak wanita telah bergabung dalam kekuatan perang Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

Fenomena itu sebagai sikap terhadap perubahan perempuan. ”Karena terorisme dan lokasi geografis kita, itu sangat penting bahwa kami tinggal di kaki kami (sendiri)," kata Farooq, merujuk pada kebencian militan Taliban dan meningkatnya kekerasan sektarian.

Pasukan NATO pimpinan AS sedang bersiap hengkang dari Pakistan pada akhir tahun depan di tengah hubungan yang tidak nyaman antara Pakistan dan India. Ayesha Farooq, yang bertubuh ramping, sesekali membandingkannya dengan pilot-pilot pria yang bertubuh kekar. Persoalan tubuh itu, sempat diperdebatkan ibunya yang seorang janda, ketika Ayesha Farooq hendak bergabung dengan Angkatan Udara Pakistan.

”Dalam masyarakat kita sebagian besar gadis bahkan tidak berpikir untuk melakukan hal-hal seperti menerbangkan pesawat terbang,” kata Ayesha. Karena, di Pakistan peran laki-laki lebih dominan.
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
17 menit yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
3 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
4 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved