Israel: Pasukan Assad dapat memenangkan peperangan
Selasa, 11 Juni 2013 - 17:18 WIB
Israel: Pasukan Assad dapat memenangkan peperangan
A
A
A
Sindonews.com - Yuval Steinitz, Menteri Intelijen Israel mengakui, bahwa tentara Suriah yang setia pada Presiden Bashar al-Assad bisa menjadi pemenang dalam perang yang telah menewaskan lebih dari 94 ribu jiwa dan memaksa jutaanya warganya mengungsi, Senin (10/6/2013).
"Assad mungkin berhasil menumpas aksi pemberontakan bersenjata berkat bantuan sekutu utamanya, Iran dan pejuang Hizbullah," ungkap Steinitz.
"Mungkin pada akhirnya, Assad akan menang. Dalam situasi konflik saat ini, jika oposisi tidak membuat kemajuan apapun, sementara tentara rezim terus bertahan hidup dengan bantuan dari negara tentangga lain, yaitu, Iran dan Hizbullah, maka pada akhirnya pemberontak hanya akan bertahan hidup," ungkap Steinitz.
Steinitz mengatakan, tentara Suriah mendapat dukungan yang sangat signifikan dari Iran dan Hizbullah, ribuan militan itu membantu tentara melawan pemberontak dengan formasi serangan yang sangat jelas dan dilengkapi dengan peralatan tempur yang sangat baik.
Selama 26 bulan perang internal terjadi di Suriah, Isreal sejauh ini menjadi pihak yang berulangkali menghindari terlibat dalam perang itu dan bersikeras tidak memberikan dukungan kepada salah satu pihak yang berperang. Militer Israel telah diperintahkan untuk melakukan pemantauan di Dataran Tinggi Golan.
Langkah tersebut dilakukan, lantaran Pemerintah Israel khawatir jika unsur jihad dan dari kelompok yang menentang Presiden Suriah bashar al-Assad, tiba-tiba melancarkan serangan ke Israel.
"Assad mungkin berhasil menumpas aksi pemberontakan bersenjata berkat bantuan sekutu utamanya, Iran dan pejuang Hizbullah," ungkap Steinitz.
"Mungkin pada akhirnya, Assad akan menang. Dalam situasi konflik saat ini, jika oposisi tidak membuat kemajuan apapun, sementara tentara rezim terus bertahan hidup dengan bantuan dari negara tentangga lain, yaitu, Iran dan Hizbullah, maka pada akhirnya pemberontak hanya akan bertahan hidup," ungkap Steinitz.
Steinitz mengatakan, tentara Suriah mendapat dukungan yang sangat signifikan dari Iran dan Hizbullah, ribuan militan itu membantu tentara melawan pemberontak dengan formasi serangan yang sangat jelas dan dilengkapi dengan peralatan tempur yang sangat baik.
Selama 26 bulan perang internal terjadi di Suriah, Isreal sejauh ini menjadi pihak yang berulangkali menghindari terlibat dalam perang itu dan bersikeras tidak memberikan dukungan kepada salah satu pihak yang berperang. Militer Israel telah diperintahkan untuk melakukan pemantauan di Dataran Tinggi Golan.
Langkah tersebut dilakukan, lantaran Pemerintah Israel khawatir jika unsur jihad dan dari kelompok yang menentang Presiden Suriah bashar al-Assad, tiba-tiba melancarkan serangan ke Israel.
(esn)