Kendaraan penyelundup manusia terbalik di perbatasan Sudan, 15 tewas
Senin, 03 Juni 2013 - 11:38 WIB
Kendaraan penyelundup manusia terbalik di perbatasan Sudan, 15 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 15 orang dilaporkan tewas, sementara lima orang lainnya menderita luka-luka dalam sebuah kecelakaan di perbatasan Sudan-Libya. Kementerian Luar Negeri Sudan mengatakan, mobil yang ditumpangi oleh puluhan orang tersebut terbalik saat dalam pengejaran petugas perbatasan Sudan.
"12 korban tewas adalah warga negara Sudan, sementara tiga orang lainnya adalah warga negara asing. Mereka semua tewas saat kendaraan yang mereka tumpangi terbalik karena petugas perbatasan Libya melakukan tidakan keras terhadap para oknum yang berupaya menyelundupkan manusia," ungkap sebuah pernyataan Kemenlu Sudan, Minggu (2/6/2013).
"Sejauh ini baru tujuh jasad korban yang telah teridentifikasi, sisanya masih dalam upaya pengungkapan jati diri. Sedangkan semua korban luka-luka tengah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Al-Kufrah," lanjut isi pernyataan tersebut.
Menanggapi insiden ini, diplomat Sudan di Libya telah sepakat untuk menyelidiki kejadian sebenarnya di lapangan. "Kementerian Luar Negeri Sudan akan memanggil kuasa usaha Libya untuk melakukan penyidikan besama atas kasus ini," ujarnya.
Pasaca kejadian ini, Kementerian Luar Negeri Sudan lantas memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Libya dengan mengunakan sarana transportasi ilegal dan berhubungan dengan para penyelundup manusia. Sebab, migran ilegal menghadapi resiko yang bersar di wilayah gurun di sepanjang perbatasan mereka.
"12 korban tewas adalah warga negara Sudan, sementara tiga orang lainnya adalah warga negara asing. Mereka semua tewas saat kendaraan yang mereka tumpangi terbalik karena petugas perbatasan Libya melakukan tidakan keras terhadap para oknum yang berupaya menyelundupkan manusia," ungkap sebuah pernyataan Kemenlu Sudan, Minggu (2/6/2013).
"Sejauh ini baru tujuh jasad korban yang telah teridentifikasi, sisanya masih dalam upaya pengungkapan jati diri. Sedangkan semua korban luka-luka tengah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Al-Kufrah," lanjut isi pernyataan tersebut.
Menanggapi insiden ini, diplomat Sudan di Libya telah sepakat untuk menyelidiki kejadian sebenarnya di lapangan. "Kementerian Luar Negeri Sudan akan memanggil kuasa usaha Libya untuk melakukan penyidikan besama atas kasus ini," ujarnya.
Pasaca kejadian ini, Kementerian Luar Negeri Sudan lantas memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Libya dengan mengunakan sarana transportasi ilegal dan berhubungan dengan para penyelundup manusia. Sebab, migran ilegal menghadapi resiko yang bersar di wilayah gurun di sepanjang perbatasan mereka.
(esn)