Israel: Rezim Suriah gunakan gas Sarin
Selasa, 23 April 2013 - 22:28 WIB
Israel: Rezim Suriah gunakan gas Sarin
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan pemerintah Suriah memiliki senjata kimia dalam bentuk gas, yang kemungkinan telah digunakan untuk membasmi perlawanan kaum pemberontak. Demikian dinyatakan oleh analis intelijen Israel, Selasa (23/4/2013).
"Dari pemahaman kami, ada penggunaan senjata kimia mematikan. Senjata kimia yang mana? Mungkin sarin," ungkap Brigadir Jenderal Itai Brun, analis intelijen Israel dalam sebuah konferensi pers di Tel Aviv, Israel, seperti dikutip dari Reuters.
Brun mengatakan, bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al Assad berada di balik serangan terhadap kaum pemberontak pada sejumlah kesempatan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk yang paling menyita perhatian pada 19 Maret silam.
Menurut Brun, tanda-tanda senjata kimia telah digunakan terlihat dari para korban tewas. “Pada jasad anak-anak yang terluka dan tewas, terlihat busa keluar dari mulut korban. Ini menandakan kalau gas mematikan telah digunakan,” jelas Brun.
Ralf Trapp, seorang konsultan independen pada bidang senjata kimia dan biologi yang berbasis di Jenewa mengatakan, gejala yang dijelaskan oleh intelijen Israel itu memang mirip dengan dampak dari penggunaan gas sarin.
“Tapi, bukti foto saja tidak konklusif. Ada batas untuk apa yang dapat Anda ekstrak dari foto. Yang sebenarnya Anda butuhkan adalah mendapatkan informasi dari lapangan, untuk mengumpulkan bukti fisik dan berbicara dengan saksi, serta staf medis yang merawat korban," jelas Trapp.
"Dari pemahaman kami, ada penggunaan senjata kimia mematikan. Senjata kimia yang mana? Mungkin sarin," ungkap Brigadir Jenderal Itai Brun, analis intelijen Israel dalam sebuah konferensi pers di Tel Aviv, Israel, seperti dikutip dari Reuters.
Brun mengatakan, bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al Assad berada di balik serangan terhadap kaum pemberontak pada sejumlah kesempatan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk yang paling menyita perhatian pada 19 Maret silam.
Menurut Brun, tanda-tanda senjata kimia telah digunakan terlihat dari para korban tewas. “Pada jasad anak-anak yang terluka dan tewas, terlihat busa keluar dari mulut korban. Ini menandakan kalau gas mematikan telah digunakan,” jelas Brun.
Ralf Trapp, seorang konsultan independen pada bidang senjata kimia dan biologi yang berbasis di Jenewa mengatakan, gejala yang dijelaskan oleh intelijen Israel itu memang mirip dengan dampak dari penggunaan gas sarin.
“Tapi, bukti foto saja tidak konklusif. Ada batas untuk apa yang dapat Anda ekstrak dari foto. Yang sebenarnya Anda butuhkan adalah mendapatkan informasi dari lapangan, untuk mengumpulkan bukti fisik dan berbicara dengan saksi, serta staf medis yang merawat korban," jelas Trapp.
(esn)