Pasukan Irak serbu kamp pengungsi Sunni, 26 tewas
Selasa, 23 April 2013 - 19:22 WIB
Pasukan Irak serbu kamp pengungsi Sunni, 26 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Kedatangan pasukan Keamanan Irak ke sebuah kamp pendemo Muslim Sunni di dekat Kirkuk memicu terjadinya baku tembak antara tentara melawan demostran, Selasa (23/4/2013).
Kementerian Pertahanan Irak mengatakan, tentara Irak hanya merespon tembakan yang datang dari oknum bersenjata di tengah kamp darurat di alun-alun kota Hawija, 170 km dari Ibu Kota Baghdad.
"Ketika angkatan bersenjata mulai mengambil tindakan untuk menegakkan hukum dengan mengerahkan pasukan anti huru-hara, tiba-tiba mereka menyerang dengan menggunakan senjata api," ungkap isi pernyataan Kementerian Pertahanan Irak.
Namun, pemimpin pendemo Muslim Sunni membantah pernyataan Kementerian Pertahanan Irak itu. Para pendemo Muslim Sunni tidak bersenjata saat melancarkan aksi protes. Kejadian yang sesungguhnya adalah, pasukan keamanan datang di pagi hari dan mulai melancarkan tembakan ke kamp para pendemo.
"Ketika pasukan khusus menyerbu alun-alun, kami dalam kondisi tidak siap dan tidak bersenjata. Mereka menghancurkan sebagian pendemo dari atas kendaraan mereka," ungkap Ahmed Hawija, mahasiswa yang ambil bagian dalam demonstrasi, seperti dilansir Reuters.
Jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh pendemo dan pemerintah Irak berbeda. Pemerintah mengatakan korban tewas berjumlah 23 orang, di mana tiga di antaranya adalah tentara. Sementara pendemo melaporkan korban tewas sebanyak 26 orang, dengan jumlah korban tewas dari pihak tentara berjumlah enam orang.
Bentrok kali ini merupakan bentrok paling berdarah sejak muslim Sunni melancarkan protes pada Desember 2012 lalu. Seperti diketahui, muslim Sunni menuntut Perdana Menteri Nuri al-Maliki mengakhiri praktik marginalisasi terhadap kelompok mereka.
Kementerian Pertahanan Irak mengatakan, tentara Irak hanya merespon tembakan yang datang dari oknum bersenjata di tengah kamp darurat di alun-alun kota Hawija, 170 km dari Ibu Kota Baghdad.
"Ketika angkatan bersenjata mulai mengambil tindakan untuk menegakkan hukum dengan mengerahkan pasukan anti huru-hara, tiba-tiba mereka menyerang dengan menggunakan senjata api," ungkap isi pernyataan Kementerian Pertahanan Irak.
Namun, pemimpin pendemo Muslim Sunni membantah pernyataan Kementerian Pertahanan Irak itu. Para pendemo Muslim Sunni tidak bersenjata saat melancarkan aksi protes. Kejadian yang sesungguhnya adalah, pasukan keamanan datang di pagi hari dan mulai melancarkan tembakan ke kamp para pendemo.
"Ketika pasukan khusus menyerbu alun-alun, kami dalam kondisi tidak siap dan tidak bersenjata. Mereka menghancurkan sebagian pendemo dari atas kendaraan mereka," ungkap Ahmed Hawija, mahasiswa yang ambil bagian dalam demonstrasi, seperti dilansir Reuters.
Jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh pendemo dan pemerintah Irak berbeda. Pemerintah mengatakan korban tewas berjumlah 23 orang, di mana tiga di antaranya adalah tentara. Sementara pendemo melaporkan korban tewas sebanyak 26 orang, dengan jumlah korban tewas dari pihak tentara berjumlah enam orang.
Bentrok kali ini merupakan bentrok paling berdarah sejak muslim Sunni melancarkan protes pada Desember 2012 lalu. Seperti diketahui, muslim Sunni menuntut Perdana Menteri Nuri al-Maliki mengakhiri praktik marginalisasi terhadap kelompok mereka.
(esn)