Rusia kecam keras rencana penyebaran pasukan AS di Yordania
Jum'at, 19 April 2013 - 20:02 WIB
Rusia kecam keras rencana penyebaran pasukan AS di Yordania
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Rusia menganggap keputusan penyebaran pasukan Amerika Serikat (AS) di Yordania terkait krisis Suriah, merupakan keputusan yang tidak konstruktif. Penyebaran pasukan tersebut hanya akan memperluas wilayah konflik.
Alexander Lukashevich, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, langkah tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah disepakati secara internasional untuk mengakhiri krisis melalui negosiasi.
"Langkah tersebut bukan tindakan yang mampu membawa Suriah keluar dari sebuah jalan buntu," ungkap Lukashevich. "Langkah tersebut hanya akan memperburuk krisis Suriah dan hanya akan memperluas dimensi konflik ke tingkat regional," imbuhnya.
Sikap Rusia senada dengan Front Gerakan Islam (IAF), kelompok oposisi Yordania. IAF yang merupakan perpanjangan kelompok politik Ikhwanul Muslim mengatakan, pemerintah harus menijau ulang keputusannya untuk mengizinkan pasukan asing menginjak tanah Yordania.
"IAF menolak mentah-mentah keputusan yang mengizinkan masuknya pasukan asing di Yordania. Pasukan Angkatan Bersenjata Yordania mampu membela negara ini," ungkap IAF.
Seperti diketahui, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS pekan ini mengumumkan rencana penambahan pasukan khusus AS di Yordania menjadi 200 tentara. Sejak konflik internal pecah di Suriah pada tahun lalu, AS memutuskan mengirim pasukan khusus berjumlah 50 orang.
Mohammad Momani, Menteri Informasi Yordania mengatakan kepada Agence France Presse, bahwa penyebaran tentara AS dilakukan untuk meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata Yordania dalam menghadapi situasi konflik yang terus memburuk di Suriah.
Alexander Lukashevich, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, langkah tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah disepakati secara internasional untuk mengakhiri krisis melalui negosiasi.
"Langkah tersebut bukan tindakan yang mampu membawa Suriah keluar dari sebuah jalan buntu," ungkap Lukashevich. "Langkah tersebut hanya akan memperburuk krisis Suriah dan hanya akan memperluas dimensi konflik ke tingkat regional," imbuhnya.
Sikap Rusia senada dengan Front Gerakan Islam (IAF), kelompok oposisi Yordania. IAF yang merupakan perpanjangan kelompok politik Ikhwanul Muslim mengatakan, pemerintah harus menijau ulang keputusannya untuk mengizinkan pasukan asing menginjak tanah Yordania.
"IAF menolak mentah-mentah keputusan yang mengizinkan masuknya pasukan asing di Yordania. Pasukan Angkatan Bersenjata Yordania mampu membela negara ini," ungkap IAF.
Seperti diketahui, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS pekan ini mengumumkan rencana penambahan pasukan khusus AS di Yordania menjadi 200 tentara. Sejak konflik internal pecah di Suriah pada tahun lalu, AS memutuskan mengirim pasukan khusus berjumlah 50 orang.
Mohammad Momani, Menteri Informasi Yordania mengatakan kepada Agence France Presse, bahwa penyebaran tentara AS dilakukan untuk meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata Yordania dalam menghadapi situasi konflik yang terus memburuk di Suriah.
(esn)