Bom Boston berasal dari panci presto

Rabu, 17 April 2013 - 15:58 WIB
Bom Boston berasal dari...
Bom Boston berasal dari panci presto
A A A
Sindonews.com - Menurut laporan yang disampaikan oleh sebuah sumber yang dekat dengan penyidik, bom yang meledak di even olahraga Boston Marathon, Amerika Serikat (AS), dibuat dengan cara dimasak dalam sebuah panci presto, Rabu (17/4/2013).

Berdasarkan hasil temuan di dekat garis finish, ditemukan sebuah panci presto yang berisi paku, bantalan bola, pecahan peluru meriam, dan mesiu. Panci tersebut lantas dimasukan dalam sebuah ransel hitam.

Perangkat bom seperti itu biasanya digunakan oleh para pelaku penyerangan di Afghanistan, Pakistan, India, dan Nepal. Teknik tersebut sebelumnya pernah digunakan dalam serangan bom Times Square New York pada 2010 silam oleh kelompok Taliban.

Berdasarkan dokuman keamanan nasional AS pada 2004, "bom kompor" adalah sebuah teknik pembuatan bom yang biasa diajarkan di kamp pelatihan di Afghanistan. Namun, bukan berati pelaku pemboman adalah pihak yang pernah mendapatkan pelatihan di Afghanistan.

Metode perakitan bom tersebut dapat dilakukan oleh semuah pengguna internet. Sebab, pada 2010 silam, Inspirem, sebuah majalah online al-Qaeda yang diterbitkan dalam bahasa Inggris, menyajikan sebuah artikel berjudul "Bagaimana membuat bom dalam dapur ibumu hanya dengan menggunakan panci presto".

Richard Deslauriers, Kepala FBI Boston mengatakan, hinga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan pemboman tersebut.

"Ini akan menjadi penyelidikan di seluruh dunia. Kami akan pergi ke ujung dunia untuk mengidentifikasi subjek atau mencari pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan ini. Kami akan menggunakan kekuatan penuh dari FBI, hingga ke seluruh dunia," lanjutnya.

Deslauriers menambahkan, sejumlah fragmen ledakan yang ditemukan, termasuk tas ransel hitam telah dikirim ke unit laboratorium Virginia untuk direkonstruksi ulang.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
4 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
5 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
6 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
7 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved