Markas tentara Suriah berubah fungsi menjadi penjara
Senin, 15 April 2013 - 20:37 WIB
Markas tentara Suriah berubah fungsi menjadi penjara
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok Hak Asasi Manusia di Suriah mengatakan, militer yang terus berjuang membela Presiden Suriah, Bashar al-Assad, secara diam-diam telah mengubah markas mereka menjadi penjara bagi ratusan orang yang mereka yakini sebagai anggota pemberontak.
"Divisi ke-4 rezim Pemerintah Suriah telah menjadikan markas mereka yang berada di Ibu Kota dan sekitarnya sebagai pusat penahanan pemberontak," ungkap Pusat Dokumentasi Pelanggaran yang berbasis di Suriah, dalam sebuah laporan yang diterbitkan Senin (15/4/2013).
"Divisi ke-4 yang dimpimpin oleh Maher Assad, adik Presiden Assad yang paling bungsu. Divisi ini merupakan pilar utama yang bertugas mempertahankan wilayah ibu kota dari serangan pemberontak Suriah," lanjut isi laporan tersebut.
Laporan tersebut merupakan hasil investigasi Pusat Dokumentasi Pelanggaran yang berbasis di Suriah terhadap korban hilang maupun tewas dalam konflik yang telah meletus sejak Maret 2011 lalu.
Sayangnya, laporan tersebut tidak dapat dikonfirmasi kepada pihak pemerintah Suriah. Sebab, mereka sangat jarang memberikan respon atas setiap klaim yang dikeluarkan oleh kelompok oposisi ataupun kelompok yang memantau implementasi hak asasi manusia selama konflik.
Sebelumnya, sebuah kelompok hak asasi manusia di Suriah mengatakan, puluhan ribu anggota oposisi Suriah telah ditahan di penjara militer Suriah.
"Divisi ke-4 rezim Pemerintah Suriah telah menjadikan markas mereka yang berada di Ibu Kota dan sekitarnya sebagai pusat penahanan pemberontak," ungkap Pusat Dokumentasi Pelanggaran yang berbasis di Suriah, dalam sebuah laporan yang diterbitkan Senin (15/4/2013).
"Divisi ke-4 yang dimpimpin oleh Maher Assad, adik Presiden Assad yang paling bungsu. Divisi ini merupakan pilar utama yang bertugas mempertahankan wilayah ibu kota dari serangan pemberontak Suriah," lanjut isi laporan tersebut.
Laporan tersebut merupakan hasil investigasi Pusat Dokumentasi Pelanggaran yang berbasis di Suriah terhadap korban hilang maupun tewas dalam konflik yang telah meletus sejak Maret 2011 lalu.
Sayangnya, laporan tersebut tidak dapat dikonfirmasi kepada pihak pemerintah Suriah. Sebab, mereka sangat jarang memberikan respon atas setiap klaim yang dikeluarkan oleh kelompok oposisi ataupun kelompok yang memantau implementasi hak asasi manusia selama konflik.
Sebelumnya, sebuah kelompok hak asasi manusia di Suriah mengatakan, puluhan ribu anggota oposisi Suriah telah ditahan di penjara militer Suriah.
(esn)